BPMD Kalbar: Pelabuhan Laut Internasional Lebih Mendesak

oleh

Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Kalimantan Barat menilai pembangunan pelabuhan laut skala internasional saat ini lebih mendesak dibandingkan dengan pelabuhan darat di Entikong, Kabupaten Sanggau. <p style="text-align: justify;">"Hal itu karena selama ini Kalbar hanya melakukan perdagangan antarpulau saja," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kalbar Yoseph Alexander di Pontianak, Minggu.<br /><br />Yoseph menilai, jika hanya pembangunan pelabuhan darat Entikong Jaya saja maka komoditas ekspor Kalbar hanya dipasarkan pada pasar Sarawak, Malaysia Timur.<br /><br />"Tetapi jika pelabuhan internasional yang direncanakan berdiri di Pulau Temajo atau Tanjung Datok Kabupaten Sambas akan membuka akses bagi kapal-kapal internasional dari berbagai negara untuk memasarkan komoditas dari Kalbar," ungkap Yoseph.<br /><br />Selain itu, kata dia, komoditas ekspor Kalbar pun dapat dipasarkan ke negara luas.<br /><br />"Jika pelabuhan internasional tersebut benar-benar dapat terealisasi maka akan membuka investasi besar-besaran," jelas Yoseph.<br /><br />Yoseph mengatakan, pembangunan pelabuhan internasional yang mendesak di Kalbar itu juga dengan pertimbangan bahwa sesuai rencana nasional Kalbar diperkirakan akan menjadi provinsi pengekspor crude palm oil (CPO) terbesar di Indonesia pada 2013.<br /><br />"Sehingga pemasaran CPO yang bisa meluas hingga ke negara luas pun dinilai akan lebih menguntungkan Kalbar," katanya optimistis.<br /><br />Yoseph meyakinkan, jika pelabuhan tersebut jadi dibangun maka, selain dapat menyerap tenaga kerja lokal dan membuka akses yang selama ini masih tertutup bagi Kalbar langsung ke negara-negara luas.<br /><br />Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Muhammad Zeet Hamdy Assovie sebelumnya mengatakan, saat ini Pelabuhan Internasional di Temajo atau Tanjung Datok di Provinsi Kalimantan Barat sudah masuk pada tahapan Detail Enginering Desain (DED).<br /><br />"Saat ini sudah masuk DED, tahun lalu kan sudah Proses feasibility study (FS). Nah, tahun ini perhubungan akan menyelesaikan DED bersama dengan Kementerian Perhubungan," jelas Zeet.<br /><br />Zeet menjelaskan, jika proses DED sudah selesai maka dapat dilanjutkan pada proses selanjutnya yakni tahapan fisik pelabuhan.<br /><br />"Untuk itu sangat membutuhkan dukungan semua pihak karena tidak dapat bekerja sendiri. Itu memerlukan sinergisitas antara pemerintah, dunia usaha dan juga masyarakat untuk mendorong Kementerian Perhubungan agar Kalbar dibantu untuk membangun sebuah pelabuhan yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi komoditas yang ada di daerah itu," jelas Zeet rinci.<br /><br />Rencananya pembangunan pelabuhan internasional di Kalbar telah di wacanakan beberapa tahun lalu. Sejak Gubernur Kalbar, Aspar Aswin wacana ini terus bergulir. Namun hingga saat ini belum terealisasi karena besarnya biaya yang diperlukan.<br /><br />"Luasan wilayah pelabuhan tersebut direncanakan 500 hektare dan akan dibuat ke arah laut hingga kedalaman 16 meter," kata Zeet.<br /><br />Dengan adanya Pelabuhan Internasional tersebut, kata dia, Kalbar tidak hanya akan dapat mengekspor CPO saja tetapi juga dapat difungsikan sebagai terminal tambang dan terminal bahan bakar minyak (BBM). <strong>(phs/Ant)</strong></p>