BPN: Kades Diminta Proaktif Terhadap Prona

oleh

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Landak, Kalimantan Barat meminta kepala desa di daerah setempat proaktif terhadap usulan Pryek Operasi Nasional Pertahanan (Prona) 2012 untuk sertifikasi tanah warga. <p style="text-align: justify;"><br />"Karena selama ini, masih ada diantara masyarakat yang belum mengetahui akan adanya program tersebut padahal program ini sudah cukup lama berjalan. Kita harapkan Kadesnya lebih proaktiflah untuk melakukan konsultasi kepada kita sehingga dapat mengetahui program ini," kata Kepala BPN Kabupaten Landak Muhammad Menos Erry di Ngabang, Rabu.<br /><br />Menurut dia, kepala desa agar mempersiapkan masyarakatnya yang ingin ikut dalam program prona dengan mulai dari mempersiapkan, tapal batas dari tanah yang di miliki oleh masyarakatnya harus di atur dengan jelas serta harus di pasang patok batas yang jelas sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan segketa.<br /><br />"Artinya kades harus memberitahukan masyarakatnya untuk melakukan infatarisir terhadap tanah yang mereka miliki mulai dari batas tanah harus jelas, kemudian ptok batas tanah juga harus jelas supaya ketika di lakukan pengukuran tidak terjadi sengketa," kata Menos.<br /><br />Ia mengaatakan, dengan adanya persiapan sejak dini adalah untuk mengurangi permasalahan yang selalu terjadi ketika petugas melakukan pengukuran di lokasi tersebut. Apalagi dengan kondisi petugas yang masih sangat terbatas sehingga ketika terjadi kendala di lapangan otomatis sudah memakan waktu dalam melakukan kegiatan.<br /><br />"Jadi saat ini untuk program Prona tahun 2011 sudah hampir rampung hanya tinggal menunggu penyelesaiannya. Semuanya sudah rampung hanya tinggal menunggu penyelesaiannya saja dan nanti akan kita lakukan pembangiannya secara serempak saja," kata Menos.<br /><br />Ia mengungkapkan, untuk 2011 dengan jumlah 950 persil sedangkan untuk tahun angakan datang itu sesuai dengan berapa yang di jatahkan untuk Kabupaten Landak, memang untuk tahun depan ada keinginan untuk meningkatkan jumlah yang cukup banyak, hanya saja dengan keterbatasan tenaga yang di miliki oleh BPN sekarang ini, maka kondisi inilah yang menjadi masalah.<br /><br />"Maunya kita kalau memang jumlah tenaga kita tidak terbatas seperti ini, saya akan minta untk Landak ini lebih banyak jumlahnya supaya lahan dan tanah masyarakat bisa di setifikasi semuanya. Tetapi kalau begini kondisinya kita mau bagaimana," tukas Menos.<strong> (phs/Ant)</strong></p>