Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan siap melakukan pendataan sapi dan kerbau untuk menyiapkan informasi dasar populasi hewan ternak di kota itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami siap melaksanakan pendataan sapi dan kerbau sesuai jadwal yang ditetapkan yakni selama bulan Juni 2011," ujar Kepala BPS Kota Banjarbaru Nurul Sabah, di Banjarbaru, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan, pendataan hewan ternak itu dilakukan untuk menyiapkan data dasar meliputi pola penyebaran, populasi, nama, serta alamat peternak yang digunakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging sapi 2014.<br /><br />Menurut dia, pihaknya menyiapkan sebanyak 20 petugas khusus yang akan diterjunkan ke lapangan melakukan pendataan pemilik peternakan yang tersebar di kota setempat sejak tanggal 2 – 30 Juni 2011.<br /><br />Petugas khusus itu terdiri atas 10 orang petugas cacah lapangan (PCL) dengan tugas mencacah pemilik maupun jumlah hewan ternak baik sapi atau kerbau pada dua wilayah kelurahan.<br /><br />Setiap dua petugas cacah lapangan diawasi lima pengawas lapangan ditambah lima petugas lainnya yang bertindak sebagai koordinator statistik kecamatan yang mengkoordinir dua pengawas lapangan.<br /><br />"Seluruh petugas khusus yang berasal dari unsur masyarakat di tingkat kecamatan maupun kelurahan termasuk mitra statistik sudah direkrut sehingga tinggal dilatih dan siap diterjunkan ke lapangan," ungkapnya.<br /><br />Dijelaskan, sistem kerja petugas lapangan diawali penyisiran pemilik hewan ternak dengan datang langsung ke lokasi peternakan dilanjutkan pendataan hewan ternak yang dipeliharanya.<br /><br />"Petugas yang sudah menghimpun data jumlah hewan ternak akan melaporkan datanya setiap minggu ke nomor SMS khusus yang disediakan BPS pusat sehingga jumlah hewan yang didata selalu terpantau," ujarnya.<br /><br />Ditambahkan, pihaknya akan menggunakan angka dasar sensus peternakan (SPN) tahun 2008 yang dihimpun Dinas Peternakan Provinsi Kalsel sehingga bisa dijadikan pedoman dalam pendataan sapi dan kerbau.<br /><br />Namun, kata dia, data tersebut bukan mengenai jumlah hewan ternak tetapi jumlah rumah tangga atau pemilik peternakan baik peternak sapi dan kerbau maupun peternak unggas dan hewan ternak lainnya.<br /><br />"Data itu akan menjadi pedoman petugas saat terjun ke lapangan sehingga tinggal petugas mendatangi tempat tinggal atau lokasi peternakan dan melakukan pendataan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














