BPS Catat Kenaikkan Penduduk Banjar 94.901 Jiwa

oleh

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan mencatat kenaikkan jumlah penduduk kabupaten itu sesuai pendataan sensus penduduk 2010 sebanyak 94.901 jiwa. <p style="text-align: justify;">"Kenaikkan jumlah penduduk dari hasil sensus penduduk 2010 dibanding sensus penduduk 2000 sebanyak 94.901 jiwa atau 23,04 persen," ujar Kepala BPS Banjar Edy Rahmadi di Martapura, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan, hasil sensus penduduk yang dilaksanakan periode Mei 2010 terdata jumlah penduduk sebanyak 506.839 jiwa yang terdiri dari 257.320 jiwa jenis kelamin laki-laki dan 249.519 jiwa perempuan.<br /><br />Hasil sensus penduduk 2000 tercatat jumlah penduduk sebanyak 411.938 jiwa atau meningkat 44,95 persen dibanding sensus penduduk 1990 yang mencatat jumlah penduduk 349.653 jiwa.<br /><br />Selama periode 2000-2010, laju pertumbuhan penduduk kabupaten yang kaya sumber daya alam itu mencapai 2,11 persen pertahun atau sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Kalsel yang hanya 2,01 persen.<br /><br />Tingkat pertumbuhan penduduk periode sepuluh tahun itu juga relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sepuluh tahun sebelumnya atau 1990-2000 yang hanya mencapai 1,71 persen.<br /><br />Menurut Edy, laju pertumbuhan penduduk itu masuk kategori sedang dan salah satu penyebabnya adalah letak sejumlah wilayah kecamatan yang menjadi penyangga ibukota provinsi Kalsel, Banjarmasin.<br /><br />Disebutkan, wilayah penyangga yang cukup mendongkrak laju pertumbuhan penduduk itu adalah Kecamatan Kertak Hanyar, Gambut, Sungai Tabuk termasuk Martapura Kota yang merupakan ibukota Kabupaten Banjar.<br /><br />Selain keberadaan wilayah penyangga, laju pertumbuhan penduduk juga dipicu daya tarik sumber daya alam berupa pertambangan batu bara seperti di Kecamatan Simpang Empat, Mataraman, Pengaron dan Sambung Makmur.<br /><br />"Faktor utama pendorong meningkatnya laju pertumbuhan penduduk adalah banyaknya penduduk luar daerah yang masuk atau migrasi masuk disamping faktor kelahiran walau pun jumlahnya tidak terlalu besar," ungkapnya.<br /><br />Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk terendah terjadi di Kecamatan Beruntung Baru yang hanya 0,11 persen dan laju pertumbuhan tertinggi adalah Kecamatan Kertak Hanyar yang mencapai 4,04 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>