BPS: Inflasi Kota Sampit September 0,48 Persen

oleh

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Sutono SSi mengatakan, pada September 2011 di Kota Sampit, Kotawaringin Timur terjadi inflasi sebesar 0,48 persen. <p style="text-align: justify;">"Inflasi terjadi di Kota Sampit karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran," kata Sutono, di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Keenam kelompok pengeluaran itu adalah, kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,79 persen, kelompok sandang sebesar 0,75 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,37 persen, dan kelompok perumahan.<br /><br />Selain itu kelompok listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,18 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen.<br /><br />Sedangkan satu kelompok lainnya, yakni, transport, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,43 persen, ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, komoditas yang mengalami kenaikan harga di Kota Sampit dengan andil inflasi tertinggi adalah, udang basah, kacang panjang, daging ayam ras, ketimun, dan beras. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi adalah, cabe rawit, bawang merah, telepon seluler, ikan selar dan ikan bandeng.<br /><br />Dilihat dari delapan kota di Kalimantan yang menghitung inflasi pada September 2011, secara berurutan inflasi terjadi di Kota Singkawang sebesar 1,53 persen, Palangka Raya sebesar 1,33 persen, Pontianak sebesar 0,88 persen, Samarinda sebesar 0,52 persen, Sampit sebesar 0,48 persen, Banjarmasin sebesar 0,17 persen, Tarakan sebesar 0,05 persen dan Balikpapan -0,07 persen, katanya.<br /><br />Dijelaskannya, pada September 2011 Kalimantan Tengah yang merupakan gabungan dari Kota Palangka Raya dan Kota Sampit mengalami inflasi sebesar 0,96 persen. Laju inflasi tahun 2011 sampai September adalah, 3,87 persen.<br /><br />Untuk laju inflasi Kalimantan Tengah pada September 2010 hingga September 2011 sebesar 6,35 persen. Dari kenyataan itu, maka apa yang diharapkan Kalimantan Tengah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar enam persen masih belum tercapai.<br /><br />Kemudian, sambung dia, berkaitan dengan inflasi sendiri, maka pihak-pihak terkait yang tugasnya mengendalikan inflasi di Kalimantan Tengah harus berupa untuk bisa mengusahakan agar target inflasi enam persen pada RPJMD 2010-2015 bisa diwujudkan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>