BPS : Perkiraan Produksi Jagung Kalsel 2014 Meningkat

oleh
oleh

Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, perkiraan produksi jagung Di provinsi tersebut berdasarkan angka ramalan II tahun 2014 mengalami peningkatan. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) II 2014, perkiraan produksi jagung di Kalsel meningkat 14,2 ribu ton atau 13,25 persen dibandingkan 2013," ungkap Kepala BPS provinsi setempat Dyan Pramono Effendi, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Berdasarkan ARAM II 2014 itu, produksi jagung Kalsel mencapai 121.231 ton pipilan kering (pk) atau mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 13,25 persen, tandasnya.<br /><br />Perkiraan peningkatan produksi jagung tersebut, ungkapnya, karena luas panen komoditi itu juga meningkat yaitu dari 20.629 hektare (ha) tahun 2013 menjadi 21.441 ha berdasarkan ARAM II 2014.<br /><br />Selain itu, karena peningkatan produktivitas dari usaha penanaman jagung tersebut dari 51,89 kuintal (ku) per ha tahun 2013 menjadi 56,54 ku/ha berdasarkan ARAM II 2014.<br /><br />Sementara berdasarkan Angka Tetap (ATAP) 2013, produksi jagung di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu sebanyak 107.043 ton pk atau mengalami penurunan 4,48 persen (sebanyak 5.024 ton) dibandingkan tahun 2012.<br /><br />Penurunan itu produksi jagung Kalsel 2013 karena menurunnya luas panen seluas 1.094 ha atau 5,04 persen, kendati produktivitas meningkat, yaitu sebanyak 0,30 ku/ha atau naik 0,58 persen dibandingkan tahun 2012.<br /><br />Pada tahun 2012 produksi jagung Kalsel sebanyak 112.067 ton pk dengan luas panen 21.723 ha dan tingkat produktivitas 51,59 hu/ha, sementara 2013 tingkat produktivitas 51,89 ku/ha.<br /><br />Di Kalsel yang merupkan sentra produksi jagung terbesar, yaitu Kabupaten Tanah Laut (Tala), yang ditopang dengan berdiri pabrik pakan ternak dengan satu satu bahan bakunya dari jagung.<br /><br />Sedangkan perkebunan jagung sayur atau konsumsi masyarakat terdapat hampir pada semua kabupaten di Kalsel, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Barito Kuala (Batola), dan Tala sendiri. (das/ant)</p>