Produksi padi Kalimantan Tengah (Kalteng) diperkirakan sebanyak 611.245 ton gabah kering giling, terdiri dari 463.542 ton padi sawah dan 147.703 ton padi ladang sesuai angka ramalan (ARAM) III tahun 2011. <p style="text-align: justify;">"Produksi ini turun 39.171 ton dibandingn produksi tahun 2010 berdasarkan angka tetap sebesar 650.416 ton," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Drs Panusunan Siregar di Palangka Raya, Minggu.<br /><br />Menurutnya, kenaikan terjadi pada sub round II sebesar 144.692 ton, sedangkan sub round I dan III produksi padi masing-masing turun 88.879 ton dan 94.984 ton dibanding produksi padi pada sub round yang sama tahun 2010.<br /><br />"Penurunan ini disebabkan karena penurunan luas panen 32.208 hektare, yakni 43.465 hektare pada sub round I dan 35.048 hektare di sub round III. Sedangkan sub round II luas panen naik 46.305 hektare dibanding luas panen pada sub round yang sama pada 2010," ujarnya.<br /><br />Untuk produktivitas, sebutPanusunan Siregar, juga mengamai kenaikan sebesar 2,11 kuintal per hektare dari 26,27 kuaintal per hektare pada 2010 menjadi 28,38 kuintal per hektare pada 2011.<br /><br />"Secara nasional produksi padi 2011 pada ARAM III diperkirakan sebesar 63.385.183 ton. Jika dibanding tahun 2010 terjadi penurunan sebesar 1.084.211 ton, yakni 66.469.394 ton," terangnya.<br /><br />Penurunan ini diperkirakan karena penurunan luas panen sebesar 29.071 hektare dari 13.253.450 hektare pada 2010 menjadi 13.224.379 hektar pada 2011.<br /><br />Sedangkan penurunan produktivitas sebesar 0,71 kuintal per hektar dari 50,15 kuintal per hektare pada 2010 menjadi 49,44 kuintal per hektare pada 2011.<br /><br />"Produksi padi sawah sub round I 2011 juga turun 36.561 ton dibandingkan sub round I tahun 2010. Penurunan ini terjadi karena penurunan luas panen sebesar 11.198 hektare, diikuti penurunan produktivitas sebesar 0,53 kuintal per hektare," tegasnya.<br /><br />Sedangkan di sub round II produksi padi sawah naik 138.543 ton. Hal itu terjadi akibat penambahan luas panen 43.651 hektare dan produksi sub round III diperkirakan turun 91.781 ton karena penurunan luas panen seluas 33.296 hektare dari sub round yang sama tahun 2010.<strong> (das/ant)</strong></p>















