Buka Intermediate Training HMI, Bupati Sintang Harapkan Peserta Memahami Open Government

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno

SINTANG, KN – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH membuka kegiatan Intermediate Training Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sintang, di pendopo Bupati Sintang, Sabtu (6/3/2021).

Kegiatan Intermediate Training Himpunan Mahasiswa Islam tersebut mengusung tema “Optimalisasi Perkaderan HMI untuk Menciptakan Kader Yang Profesional, Intelektual dan Militan.”

Kegiatan Intermediate Training ini akan berlangsung dari 6 – 12 Maret 2021 di Asrama Haji Kabupaten Sintang.
Turut hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sintang H. Achmad Sutarmin.  Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Sintang Erwan Chandra.

Ketua Kohati Badko HMI Kalbar, Septi Nuri Pratami, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sintang Doniman Maulana.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Universitas Kapuas Sintang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Kapuas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Hukum Universitas Kapuas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (GMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), para alumni HMI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengingatkan para peserta Intermediate Training harus memahami apa itu open government, disrupsi teknologi dan sustainable development goals, jika tidak memahami beberapa hal tersebut berarti pengkaderan yang dibuat ini tidak konstektual atau tidak sesuai dengan situasi sekarang.

Selain itu juga kata Bupati, pada era Indonesia Emas 2045 mendatang positioning Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) nantinya ada dimana, untuk itulah harus di persiapkan dari sekarang.

Jarot mengingatkan para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar bisa berkontribusi membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, Indonesia harus membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme. Dengan demikian, Indonesia harus menanamkan kebanggaan pada diri karena kita sudah merdeka dengan hasil perjuangan kita sendiri” ucap Jarot. (*)