Buka UKW, Gubernur Kalbar Harapkan Wartawan Semakin Profesional

oleh
Gubernur Kalbar, Sutarmidji Buka UKW PWI Kalbar, Sabtu 27 Februari 2021

PONTIANAK, KN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kalimantan Barat menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2021 di Hotel Aston Pontianak, Sabtu (27/2/2021).

UKW tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Ketua PWI Kalimantan Barat, Gusti Yusri dalam sambutannya mengatakan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun 2021 ini merupakan sejarah bagi PWI Kalimantan Barat. Dimana sebelumnya kegiatan UKW ini hanya di ikuti sekitar 20 orang tapi pada hari ini Sabtu (27/2/2021) kegiatan UKW ini diikuti 54 orang walaupun di tengah pandemi Covid-19.

“Sebanyak 54 orang yang mengikuti UKW ini merupakan perwakilan dari beberapa Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat,” ucap Ketua PWI Kalbar.

Dikatakannya, Uji Kompetensi Wartawan ini dilaksanakan guna melahirkan sosok-sosok jurnalis yang handal, kompeten serta profesional.

“UKW ini sebagai bentuk komitmen PWI dalam meningkatkan profesi para Jurnalis yang ada di wilayah kalimantan barat,” ujar Gusti Yusri.

Selain itu, kata Gusti Yusri Uji Kompetensi Wartawan ini juga sebagai pengendali opini di wilayah Kalimantan Barat.

Ketua PWI Kalbar juga meminta kepada bapak Gubernur agar dapat memberikan arahan dan masukan kepada para pengendali opini yang ada di Kalimantan Barat.

Kepada Dewan Pers, Gusti Yusri juga mengucapkan terima kasih atas kerelaan hatinya dalam memberikan Uji Kompetensi Wartawan di Kalimantan Barat. Karena UKW merupakan syarat mutlak bagai para pengendali opini.

Anggota Dewan Pers, Asep Setiawan mengatakan Program UKW ini merupakan program Nasional yang digagas oleh Dewan Pers.

“Dalam UKW ini kita diharapkan untuk mampu meningkatkan pengetahuan dalam bidang Jurnalistik,” terang Asep.

Dengan UKW ini, kata Asep para peserta juga diharapkan untuk mampu menerapkan 11 Kode Etik Jurnalistik dalam setiap peliputan.

Menurut Asep, UKW ini sangat perlu untuk dilaksanakan. Karena pada zaman ini banyak sekali berita bohong atau yang lebih dikenal dengan istilah hoax.

“Dengan adanya Uji Kompetensi Wartawan ini, kita sangat menginginkan semua wartawan harus profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas,” harapnya.

Asep menaruh harapan besar kepada para wartawan agar dapat memberitakan atau mengabarkan berita-berita yang selalu menarik, menyejukkan serta berimbang.

“Melalui UKW ini mudah-mudahan para wartawan di wilayah Kalimantan Barat semakin profesional dan menjadikan wartawan yang berintegritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmiji mengatakan, di Kalimantan Barat saat ini kadang-kadang masih ditemukan berita yang tidak sesuai dengan konteks pemberitaan.

“Yang tidak sesuai itu, kadang kala kita temukan masih ada yang membuat judul berita beda dengan isinya,” kata Sutarmidji yang akrab disapa Bang Midji ini.

Midji juga mengatakan dirinya kadang-kadang-kadang sangat sulit membedakan antara Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Tidak sinkronnya antara wartawan dan LSM, inilah yang bisa merusak citra wartawan,” terangnya.

Kedepan, Midji berharap profesi wartawan dapat membuat tata kelola Pemerintahan yang baik, sebagai Lembaga yang mengawasi hal tersebut.

“Dengan terlaksananya UKW ini, kedepannya masyarakat kita harus disajikan dengan berita yang sehat serta menambah pemahaman masyarakat,” tambahnya.

Dikatakannya, ada beberapa berita yang dapat menambah pengetahuan masyarakat secara profesional, misalnya terkait dengan Covid-19. “Para wartawan juga harus obyektif dalam menulis berita,” harapnya. (*)

Penulis: Dian Andi Suryatija