Bukan Hanya Masyarakat, Pemilik SPBU Pun Keluhkan Kenaikan BBM

oleh

Dampak Kenaikan BBM oleh pemerintah beberapa hari yang lalu, bukan saja di keluhkan Masyarakat namun juga pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sintang juga mengeluh. <p style="text-align: justify;">H. Gunawan Pemilik SPBU Sebeji Sintang, Kalimantan Bara mengatakan Kenaikan Harga BBM tidak diimbangi dengan jumlah Kouta BBM, yang terjadi  malah  mengalami penurunan.<br /><br />“Dulu Kouta BBM yang di terima SPBU kami 32 Kilo Liter perhari namun saat ini hanya 8 Kilo liter, seharusnya kenaikan BBM ini di imbangi dengan kwota BBM yang bertambah bukan justru berkurang, “ Kata H. Gunawan Kepada media ini, Senin (30/3/2015) di seputaran pasar inpres Sintang. <br /> <br />lanjut Gunawan, penjualan di SPBU, terjadianya antrian panjang karena terjadi pengurangan distribusi  cukup signifikan.<br /><br />“ Kita kasihan pada masyarakat yang membeli BBM dari luar Kota, kadang harus mengantri hingga 3 hari di Sintang, kondisinya berpengaruh pada naiknya BBM di pedalaman, di kecamatan serawai saja saat ini harga bensin sudah mencapai 25 ribu perliter,” tambah Gunawan.<br /><br />Gaya baru menaikan BBM oleh pemerintah juga menurut Gunawan terkesan sangat mendadak, SPBU di beri tau hanya 2 jam jelang kenaikan ini, berbeda dengan pemerintahan SBY dahulu, jelasnya<br /><br />Diakui Gunawan, Daya Beli Masyarakat Kabupaten Sintang saat ini terus menurun, sebab saat kenaikan BBM pertama barang- barang telah naik, namun saat terjadi penurunan BBM, Barang- barang tidak turun, dan ketika terjadi kenaikan BBM lagi barang berang justru naik lagi, ungkap Gunawan.(Kn)</p>