Home / Tak Berkategori

Bulog Sintang Dukung Program Perluasan Sawah

- Jurnalis

Rabu, 8 Juni 2011 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga beras dipasaran yang lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah membuat petani lebih memilih menjual hasil produksi mereka ke pasar, namun selama hasil produksi mampu memenuhi kebutuhan lokal, hal itu tidak jadi persoalan. <p style="text-align: justify;">“Petani tentunya mencari harga yang lebih tinggi dan itu pilihan ekonomis, sepanjang beras produksi mereka bisa memenuhi kebutuhan lokal, tentunya tidak ada persoalan,” kata M Nasir, Kepala Perum Bulog Sub Divre Wilayah III Sintang kepada kalimantan-news. <br /><br />Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditi beras adalah Rp 5.060 per kilogram, namun untuk menarik minat petani menjual hasil  produksi mereka ke pemerintah, Perum Bulog Regional Kalbar memberikan insentif Rp 500 per kilogram beras yang dibeli dari petani.<br /><br />“Meskipun demikian, harga tersebut masih belum bisa bersaing dengan harga beli di pasar sehingga petani masih tetap memilih menjual produksi mereka ke pasaran,” ucapnya.<br /><br />Ia mengatakan sebenarnya tidak jadi persoalan ketika petani memilih menjual ke pasar karena bagaimanapun beras produksi mereka turut mendukung pemenuhan kebutuhan lokal.<br /><br />“Ada perputaran ekonomi disitu dan ketika sebagian kebutuhan lokal sudah terpenuhi, ketergantungan terhadap distribusi dari luar menjadi berkurang, malah kami lebih senang jika kebutuhan lokal sudah bisa dipenuhi dari produksi lokal,” ujarnya.<br /><br />Dengan adanya HPP itu, petani memiliki perkiraan harga untuk melepas hasil produksinya sehingga ada daya tawar yang lebih baik ketika petani harus memilih antara melepas ke pasaran umum atau ke Bulog.<br /><br />“HPP bisa jadi patokan bagi petani karena Bulog sudah punya standar untuk membeli hasil produksi petani, pertimbangan ekonomi tentunya lebih dominan,” kata dia.<br /><br />Ia mengaku pernah mengecek langsung ke lokasi pertanian intensif di Manis Raya, Kelam maupun Binjai untuk membeli beras dari petani.<br /><br />“Harapan kita kalau kebutuhan raskin di satu kecamatan bisa terpenuhi dari produksi lokal, maka bisa langsung disalurkan ke lokasi tersebut sehingga ongkos distribusinya berkurang,” ujarnya.<br /><br />Meski demikian, ia melihat program untuk pencetakan sawah baru yang dicanangkan Pemkab Sintang seluas 500 hektar per kecamatan merupakan terobosan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan lokal.<br /><br />“Pertanian intensif perlu didorong untuk menuju kemandirian pangan dan Sintang bisa menjadi sentra, paling minimal untuk kebutuhan lokal sudah bisa terpenuhi,” jelasnya.<br /><br />Bahkan kata dia bila perlu setiap kabupaten bisa menjadi sentra pemenuhan kebutuhan beras sehingga tidak lagi bergantung pada distribusi dari luar.<br /><br />“Setiap tahun di Sintang saja butuh 30 sampai 40 ribu ton beras dihitung dari konsumsi perkapita pertahun, artinya ada peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena selama ini kekurangannya masih tetap harus didatangkan dari luar,” ucapnya.<br /><br />Sebenarnya kata dia, soal harga beli pemerintah tersebut, memang pernah diusulkan untuk harga beli tidak diberlakukan secara nasional, namun dilihat dari kondisi daerah terkait pemenuhan sarana produksi yang mempengaruhi harga jual.<br /><br />“Namun sampai sekarang tidak ada perubahan, artinya harga beli pemerintah masih tetap berlaku secara nasional,” tukasnya.<strong> (phs)</strong></p>

Berita Terkait

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB