Bulog Sintang Salurkan 95,67 Persen Raskin

oleh

Perum Bulog Sub Divisi Regional Wilayah III Sintang, menyatakan hingga Desember 2011 telah menyalurkan 95,67 persen beras masyarakat miskin untuk Kabupaten Sintang dan Melawi. <p style="text-align: justify;">"Untuk Kabupaten Sintang sudah mencapai 94,23 persen sedangkan Melawi 98,86 persen yang sudah direalisasikan," ungkap Kepala Perum Bilog Sub Divisi Regional III Sintang M Nasir, di Sintang, Jumat.<br /><br />Dengan demikian, menurut Nasir masih ada sekitar 350 ton lagi yang belum terealisasi ke masyarakat dari total 7.841 ton alokasi 2011.<br /><br />"Kita berharap masyarakat yang belum mengambil sisanya, untuk segera mengambil karena pada minggu ke tiga Desember kami akan menutup pendistribusian raskin," jelasnya.<br /><br />Untuk wilayah kerja Bulog Sintang, ia mengatakan tercatat 187 titik pendistribusian raskin baik di Sintang maupun Kabupaten Melawi.<br /><br />"Sintang dengan 14 kecamatan terdapat 152 titik distribusi sedangkan Melawi dengan 11 kecamatan tercatat ada 35 titik," kata Nasir.<br /><br />Khusus kabupaten Sintang sendiri, secara kumulatif sampai dengan Desember berjalan ini sebanyak 5,3 juta kilogram lebih raskin yang sudah terealisasi.<br /><br />"Sementara untuk Melawi sudah 2,5 juta kilogram lebih yang kita sudah realisasikan," ujarnya.<br /><br />Saat ini, untuk Kabupaten Sintang, RTSPM terdata mencapai 31.446 dan di Kabupaten Melawi, RTSPM mencapai 14.090.<br /><br />"Kemungkinan tahun depan akan ada perubahan jumlah RTSPM, namun kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut," jelasnya.<br /><br />Ia mengatakan, kuota beras yang untuk masyarakat pada 2011 memang mengalami penambahan 10 kilogram per RTSPM per tahun, dimana pada 2010 lalu, hingga bulan November, alokasi beras masih tetap yaitu 15 kilogram per bulan, namun pada Desember hanya dialokasikan lima kilogram.<br /><br />"Tahun ini, hingga Desember tiap RTSPM memperoleh 15 kilogram, per tahun alokasinya 180 kilogram," tukasnya.<br /><br />Tahun lalu, untuk raskin Sintang totalnya mencapai 5.345.820 kilogram dan Melawi mencapai 2.395.300 kilogram. Sementara pada 2011 ini, alokasi itu bertambah, untuk Sintang 5.660.280 kilogram dan Melawi 2.536.200 kilogram.<br /><br />Terkait dengan pengawasan dalam pendistribusian Raskin yang sering bermasalah, terutama dalam hal harga, dirinya menyatakan pengawasan distribusi beras miskin tetap dilakukan.<br /><br />"Hanya saja jangkauan pengawasan dari kabupaten tidak bisa sampai ke penerima manfaat, masyarakatlah yang mengawasi, ada persoalan hendaknya diselesaikan baik-baik di tingkat desa," ujarnya.<br /><br />Dari sejumlah pengalaman laporan yang masuk, ia mengatakan ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi diantaranya apakah yang melapor adalah orang yang tinggal di desa tersebut atau bukan.<br /><br />"Yang jelas itu pengalaman kita ketika menerima laporan dugaan penyelewengan dari masyarakat, ada juga yang murni melapor karena memang ada penyelewengan," jelasnya.<br /><br />Namun menurutnya, untuk melakukan pengawasan penuh dari bulog memang tidak mungkin karena dalam distribusi raskin ini, di desa juga ada tim sendiri.<br /><br />"Jadi masalah raskin ketika sudah sampai ke desa itu kita kembalikan ke masing-masing orang," kata dia. <strong>(*)</strong></p>