Bupati: Ada Pejabat Kotim Kurang Tanggap Bekerja

oleh

Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah H Supian Hadi memberi catatan terhadap pejabat di pemerintahannya yang kinerjanya dinilai lamban dan kurang tanggap. <p style="text-align: justify;">"Masih ada kepala SKPD yang kurang begitu tanggap. Seharusnya motto ‘Bergerak Cepat Membangun Kotim’ bisa diaplikasikan, tidak perlu bupati harus teriak-teriak supaya bekerja cepat," kata Supian Hadi di Sampit, Sabtu.<br /><br />Menurut Bupati Supian, dirinya bersama Wakil Bupati H Taufiq Mukri bukan tanpa alasan saat mencetuskan motto pemerintahannya yakni ‘Bergerak Cepat Membangun Kotim’. Motto itu merupakan keinginan mereka membangun Kotim dengan waktu relatif cepat melalui kerja keras.<br /><br />Sebagai bupati yang tergolong masih muda, Supian mengaku punya energi dan semangat besar dalam membangun Kotim. Dia berharap semangatnya itu mampu diimbangi oleh pejabatnya dalam mengaplikasikannya ke dalam kinerja masing-masing.<br /><br />"Kita harus kerja keras. Saya harap jangan berpikir bekerja santai-santai. Seharusnya ada beban moral diri kita bahwa kita malu kalau SKPD yang kita pimpin tidak berhasil," ujarnya.<br /><br />Secara terang-terangan dia menegaskan bahwa akan ada perombakan susunan pejabat Kotim dalam waktu dekat. Bahkan evaluasi dilakukan mulai 25 hingga 30 Januari ini sebelum diputuskan kapan perombakan dilakukan dan siapa saja yang akan diganti.<br /><br />Meski begitu, Supian masih menutup rapat siapa saja pejabat yang kemungkinan akan tergeser. Begitu juga saat ditanya siapa saja pejabat baru yang akan mendapat promosi, bupati termuda di Kalteng ini juga belum bersedia berkomentar.<br /><br />"Orang baru pun kita lihat kebutuhan karena jabatan eselon II ada batasan. Kita lihat skill. Ada beberapa SKPD yang memang harus ditangani oleh orang yang punya pemikiran kreatif, inovatif, cerdas, mampu dan mau bekerja. Ada yang mampu tapi tidak mau bekerja, saya tidak ingin seperti itu," tegasnya.<br /><br />Kabar rencana perombakan susunan pejabat memang sudah santer terdengar. Para pejabat yang ditemui umumnya mengaku menyerahkan keputusan kepada bupati selaku pimpinan mereka karena selaku abdi negara, mereka harus siap ditugaskan di posisi mana pun. <strong>(das/ant)</strong></p>