Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Achmad Yuliansyah, akan memulai panen raya padi sawah musim tanam Oktober-Maret 2011/2012, di Kecamatan Gunung Timang dan Montallat, pada 5 Maret 2012. <p style="text-align: justify;">"Panen raya nanti akan dilakukan bupati bersama masyarakat setempat di dua tempat sentra padi sawah di daerah ini," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Barito Utara Iwan Fikri di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, panen raya padi itu dilakukan di Desa Rarawa, Kecamatan Gunung Timang seluas 95 hektare, milik empat kelompok tani dan di Kelurahan Montallat II, Kecamatan Montallat seluas 160 hektare, milik delapan kelompok tani.<br /><br />Varietas padi sawah yang dikembangkan oleh puluhan kelompok tani itu di antaranya Ciherang, Mikongga, dan Cibogo "Panen padi sawah di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut merupakan panen pertama karena sebagian sentra padi sawah lainnya tidak serentak," katanya didampingi Kepala Bidang Pertanian Roosmadianor.<br /><br />Ia menjelaskan, musim tanam padi sawah dan padi ladang di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu pada Oktober-Maret, tidak serentak karena musim hujan yang terlambat datang.<br /><br />Hal itu, katanya, menimbulkan kekhawatiran terjadi serangan hama tikus.<br /><br />Meski hampir seluruh lahan persawahan setempat terendam banjir paling lama dua hari, katanya, ternyata tidak membuat buah padi yang sebagian sudah siap panen itu rusak.<br /><br />"Selain itu ada serangan hama tikus dan ulat terjadi pada lahan padi sawah di Kecamatan Gunung Timang dan Montallat. Namun intesitasnya masih rendah sehingga dapat ditanggulangi dengan pestisida," kata dia.<br /><br />Penanaman padi pada musim tanam Oktober-Maret 2011/2012 di sejumlah sentra produksi di Barito Utara ditargetkan 12.648 hektare yakni padi sawah mencapai 1.400 hektare tersebar di Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 11.248 hektare tersebar di enam kecamatan.<br /><br />Para petani mendapat bantuan sebanyak 10 alat pertanian berupa traktor tangan melalui kelompok tani sentra padi sawah kabupaten tersebut.<br /><br />Selain itu, katanya, mereka mendapatkan bantuan bibit padi melalui program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang dialokasikan untuk padi nonhibrida seluas 1.650 hektare dan hibrida 50 hektare, serta padi lahan kering 3.000 hektare.<br /><br />"Kita harapkan musim tanam tahun ini produksi padi meningkat guna menekan kekurangan beras yang saat ini masih mencapai ribuan tonnya," ujar dia. <strong>(das/ant)</strong></p>















