Bupati Barut Keluarkan Edaran Mutu Air Sungai

oleh

Bupati Barito Utara Nadalsyah mengeluarkan surat edaran tentang kondisi status mutu air sungai prioritas di wilayah setempat. <p style="text-align: justify;">"Surat edaran ini ditujukan kepada kepala dinas, camat, dan masyarakat tersebar di sembilan kecamatan," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Barito Utara (Barut) Tenggara Teweng di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, Selasa.<br /><br />Menurut Tenggara, surat edaran dengan Nomor: 647a.990/BLH/VII/2014 itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, Bagian Ketiga Klasifikasi dan Kriteria Mutu Air, Pasal 8 kelas satu, mutu (kondisi baik) kegunaan air baku air minum.<br /><br />Kemudian, kelas dua, prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, kelas tiga pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan kelas empat pengairi pertanaman.<br /><br />"Sesuai dengan hasil kegiatan pemantauan kualitas air sungai prioritas di wilayah Barito Utara yang dilaksanakan petugas kami menunjukan bahwa beberapa parameter fisik dan kimia air berada pada ambang batas kriteria mutu air kelas dua," katanya.<br /><br />Untuk sungai prioritas di Kabupaten Barito Utara, kata Tenggara, rekomendasi yang disarankan adalah air Sungai Barito dan anak sungainya tidak diperkenankan untuk dikonsumsi secara langsung.<br /><br />Apabila akan diguanakan untuk komsusmsi harus melalui tahapan atau proses agar kualitasnya dapat ditingkatkan (melalui PDAM atau Depot air isi ulang).<br /><br />Secara sederhana dapat dilakukan dengan cara pengendapan dan perebusan sehingga aman untuk dikonsumsi.<br /><br />"Setia orang mempunyai hak yang sama atas kualitas air yang baik, dan setiap orang wajib melestarikan serta mengendalikan kualitas air pada sumber air," kata dia. <strong>(das/ant)</strong></p>