Bupati Barut Panen Jagung Hibrida Varietas Asia

oleh

Bupati Barito Utara Nadalsyah melakukan panen jagung Hibrida varitas Asia untuk musim tanam April-September 2015 di Desa Sei Liju Kecamatan Teweh Timur, Jumat. <p style="text-align: justify;">"Kami bersyukur masyarakat desa Sei Liju mempunyai usaha pertanian seperti tanaman jagung. Dari hasil tanaman jagung ini bisa menambah perekonomian para petani setempat," kata Bupati Nadalsyah.<br /><br />Di mana saat ini Kabupaten Barito Utara tengah merosotnya perekonomian masyarakat dan lesunya pertambangan serta turunya harga karet.<br /><br />"Dengan adanya tanaman jagung ini mereka (para petani) sudah terbantu dan mendapatkan hasil yang cukup lumayan. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT bahwa ini merupakan suatu anugerah bagi kita semua," kata Nadalsyah.<br /><br />Tidak bisa dipungkiri katanya, harga karet saat ini sangat anjlok yang sangat meresahkan para petani. Hal ini terjadi bukan hanya di daerah ini, tapi juga seluruh masyarakat di Indonesia.<br /><br />Untuk itu jelas Bupati, pihaknya akan mencari solusi dan menggiatkan agar para petani yang tadinya menyadap karet agar lebih aktif lagi bertani dengan menanam jagung, padi dan kedelai.<br /><br />"Ini akan kami perhatikan terus melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan. Apapun kesulitan petani tolong laporkan kepada kami atau kepada Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Hal ini salah satu untuk mengatasi pengangguran dan mengatasi ekomomi yang sulit seperti sekarang ini," kata Bupati Nadalsyah.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Setia Budi, mengatakan panen jagung hibrida jenis asia ini adalah hasil dari lahan dari dua kelompok tani di Desa Sei Liju seluas 40 hektare.<br /><br />Dua kelompok tani itu adalah Kelompok Tani Harapan Jaya dan Sari Wangi.<br /><br />"Dalam satu hektare produksi jagung hibrida ini sebanyak tujuh ton dan itu pun hampir mengalami kekeringan. Dua kelompok tani itu adalah Kelompok Tani Harapan Jaya dan Kelompok Tani Sari Wangi," katanya.<br /><br />Menurut Setia Budi, panen jagung hibrida ini diperuntukan khusus untuk kebutuhan pabrik dan pakan ternak.<br /><br />Hasil dari panen jagung hibrida ini dijual oleh kelompok tani kepada masyarakat para peternak yang dipasarkan ke daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.<br /><br />"Dari hasil penjualan jagung ini mereka (para petani jagung) bisa mengantongi 50 persen keuntungannya," ujar Budi.<br /><br />Untuk tahun 2015, produksi jagung sangat tinggi, dan ada sekitar 300 hektare tanaman jagung di empat desa (Jamud, Liju, Pantung dan Mampuak I) di wilayah Kecamatan Teweh Timur. (das/ant)</p>