Bupati Barut Terima Keris Pusaka Kerajaan Banjar

oleh

Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah,Achmad Yuliansyah menerima cinderamata berupa sebilah keris pusaka Kerajaan Banjar dari Raja Muda Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan, Pengeran H Gusti Khairul Shaleh. <p style="text-align: justify;">Pada halal bi halal bersama forum Komunikasi Keluarga Bakumpai di Muara Teweh, Rabu malam itu, Bupati Barito Utara Achmad Yuliansyah menyerahkan sebilah mandau (senjata khas suku Dayak) kepada Khairul Saleh yang juga Bupati Banjar, Kalsel.<br /><br />"Halal bihalal merupakan budaya dan tradisi yang sangat bermanfaat dalam menjalin rasa persatuan, tentu tradisi ini dapat terus dilestarikan hingga menurun ke anak cucu nanti, dan dijaga agar tidak dilupakan," kata Achmad Yuliansyah.<br /><br />Menurut Yuliansyah, momen halal bihalal dijadikan untuk sarana saling memaafkan, karena manusia tentunya tidak luput dari kesalahan antarsesama manusia lainnya, dan menurut ajaran agama, tentu kesalahan kepada sesama manusia baru akan diampuni oleh Allah SWT apabila sudah mendapatkan maaf dari menusia yang bersangkutan.<br /><br />Selain saling bermaafan, halal bihalal hendaknya juga dijadikan untuk mawas diri agar tidak mengulangi kesalahan dan memperbaikinya demi kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.<br /><br />"Kami sangat bangga kegiatan halal bi halal tahun ini dihadiri raja muda Kesultanan Banjar dan sejumlah tokoh masyarakat Kalsel lainnya," kata dia.<br /><br />Kegiatan halal bihalal tersebut juga dihadiri Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) pusat, H Sulaiman HB , seorang pengusaha sekaligus politikus yang dikenal masyarakat Kalteng maupun Kalsel.<br /><br />Disamping itu, kata dia, akan hadir pula mantan Gubernur Kalsel H Muhammad Said yang juga anggota DPD dan tokoh masyarakat H Gusti Rusdi Effendi, serta KH Syarwani Jupri, pimpinan Universitas Islam Kalimantan Syech Arsyad Al Banjari, Balikpapan, Kalimantan Timur.<br /><br />Selain halal bihalal di Muara Teweh pengurus KKB tersebut dan tokoh masyarakat dari Kalsel itu menghadiri kegiatan yang sama di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya pada 15 September 2011 sekaligus mengunjungi makam salah seorang pejuang perang Barito dan Banjar bernama Sultan Muhammad Seman.<strong> (das/ant)</strong></p>