Bupati Berharap Petani Pembakar Lahan Tidak Dihukum

oleh

Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Hasanudin Murad berharap petani yang membakar lahan tidak diproses hukum karena mereka hanya melakukan kegiatan pertanian yang telah dilakukan secara turun temurun. <p style="text-align: justify;">"Saya sadar membakar lahan banyak mudharatnya baik bagi pendidikan, kesehatan dan ekonomi, namun memproses hukum para petani, saya kira juga kurang tepat," katanya di Banjarmasin Jumat.<br /><br />Bupati berharap saat pemerintah melarang petani membakar lahan, selayaknya diikuti dengan solusi yang bisa meringankan petani, minimal ada teknologi baru yang bisa membantu meringankan beban biaya petani saat membuka lahan.<br /><br />Selain itu, kata dia, berdasarkan Undang-Undang Lingkungan Hidup, para petani masih diberikan keleluasaan untuk membakar lahan hingga dua hektare.<br /><br />"Kenapa undang-undang memberikan toleransi? Kemungkinan karena memikirkan kearifan lokal tersebut, sehingga sebaikya petani jangan diproses hukum, karena undang-undang memperbolehkannya," katanya.<br /><br />Ia juga berjanji akan melakukan sosialiasi tentang dampak kebakaran lahan yang terjadi saat ini.<br /><br />"Lain halnya dengan pembakaran lahan yang dilakukan perusahaan dengan luasan melebihi dua hektare, sesuai ketentuan undang-undang," katanya.<br /><br />Menurut Hasanudin, kebakaran lahan yang terjadi selama ini telah membakar seluas 1.225 hektare lahan persawahan, 20 hektare kebun karet, 75 hektare kebun jeruk, dan 1.186 hektare kebun sawit, serta tiga ruang kelas.<br /><br />Saat ditanya apakah pemerintah daerah akan tetap mengizinkan petani membakar lahan, Hasan mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk mencarikan solusi terbaik bagi petani maupun kepentingan masyarakat secara luas.<br /><br />"Boleh dan tidak boleh membakar lahan adalah keputusan pemerintah pusat, jadi kita serahkan pusat. Kita berharap ada solusi terbaik yang meringankan petani untuk membuka lahan, apakah dengan teknologi pertanian maupun upaya lainnya," katanya. (das/ant)</p>