Bupati Dukung Investor Bangun Sumber Energi Ramah Lingkungan

oleh

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. <p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini, isu sumber energi terbarukan semakin kuat seiring dengan semakin menipisnya sumber energi dari fosil di dalam perut bumi. <br /><br />Demikian disampaikan Bupati Sintang Jarot Winarno saat bertemu dengan Dr. Ir. Willie Smith seorang tokoh lingkungan hidup Indonesia yang mendunia di kediaman Pastor Jack Maesen pada Sabtu,(30/4/2016) lalu. <br /><br />“untuk saya sangat mendukung siapa saja pihak swasta yang ingin membantu Kabupaten Sintang membangun dan mengembangkan beberapa sumber energi terbarukan. Saya welcome terhadap investor atau orang yang peduli dengan lingkungan yang ingin memberdayakan masyarakat” terang Jarot Winarno. <br /><br />Jarot Winarno menceritakan sudah ada investor yang ingin menanam bambu sekitar 1.500 hektar di Kecamatan  Tempunak dan Sepauk. Bambu ini akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. “Kami juga mendukung agar kawasan Bukit Saran untuk tidak dimasuki kebun sawit karena akan menjadi sumber air bersih, eko wisata dan penghasil karbon. Sebagai bentuk dukungan, saya akan bantu mengadakan seminar khusus membahas bio massa yang bisa di buat di Kabupaten Sintang” terang Jarot Winarno. <br /><br />Sementara Dr. Ir. Willie Smith warga naturalisasi dari Belanda yang sudah 30 tahun memberdayakan kekayaan alam dan satwa Indonesia kepada Bupati Sintang menjelaskan beberapa proyek yang sudah dilakukan timnya seperti membangun tempat penampungan orang utan dan pabrik minyak tengkawang di Desa Gurung Mali Kecamatan Tempunak.<br /><br />“pabrik minyak tengkawang ini selain menghasilkan minyak tengkawang, juga akan menghasilkan pupuk yang ramah lingkungan dan mampu mempertahankan tingkat kesuburan tanah sehingga masyarakat di pedalaman bisa berladang sampai 10 tahun pada lokasi yang sama dengan hasil yang maksimal sampai 4 kali lebih baik dari hasil berladang saat ini” jelas Willie Smith. <br /><br />“kami juga akan bantu pengembangan teknologi listrik ramah lingkungan yang memakai limbah kayu yang diolah terlebih dahulu untuk menjadi bahan bakar pembangkit listrik. Para investor dari eropa sangat ingin segera mewujudkannya dalam rangka membantu masyarakat pedalaman supaya tidak melakukan ladang berpindah namun menghasilkan padi melimpah sambil menghasilkan bahan bakar untuk listrik. Hasil akhirnya adalah kami bisa menjaga lingkungan sambil memberdayakan” terang Willie Smith. <br /><br />“kami juga sedang membangun pabrik gula aren di Kapuas Hulu karena disana pohon aren yang tumbuh alami sangat banyak. Aren diubah menjadi etanol sebagai bahan bakar” tambah Willie Smith.<br />    <br />Biomassa merupakan energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang masih hidup ataupun yang belum lama mati. Sumber utama dari energi biomassa sendiri adalah limbah, alkohol dan juga bahan bakar kayu. Saat ini di Indonesia juga sudah terdapat pembangkit listrik biomassa salah satunya yaitu PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung. <br /><br />Willie Smith juga sudah membangun pabrik gula aren di Desa Tondangow, Tomohon Selatan, Manado Sulawesi Utara. Pabrik yang dibangun dengan investasi senilai Rp 8,6 miliar lebih, dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 38 orang. Kapasitas produksi diperkirakan kurang lebih 1 ton per hari. (Hms)</p>