Bupati : Imam Dipanggil Untuk Menjadi Anggota Dalam Persekutuan Dan Persaudaraan

oleh

Pemerintah berkewajiban untuk melindungi, mendukung dan memberikan pelayanan kepada setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamanya agar dapat berlangsung dengan rukun, lancar, dan tertib. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Bupati Sintang Milton Crosby, saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Munas UNIO ke X di Balai Kenyalang, Senin (02/08/2011).<br /><br />“Semua itu agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penodaan agama serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum,” kata Milton dihadapan peserta Munas dan Dubes Vatican.<br /><br />Dalam menyikapi kemajemukan agama yang ada di Kabupaten Sintang, lanjut Bupati, ia meminta kepada seluruh pemeluk agama untuk senantiasa menjaga dan memelihara suasana kehidupan yang rukun. Hal itu diwujudkan dalam bentuk semangat kebersamaan dan kekeluargaan, saling menghargai dan menghormati diantara sesama pemeluk agama tanpa melihat perbedaan.<br /><br />“Disinilah saya mengharapkan peran para imam untuk dapat memberikan pemahaman kepada umat tentang arti toleransi dan hidup berdampingan,” ungkap Milton.<br /><br />Hal tersebut, tambahnya selaras dengan apa yang pernah diucapkan oleh Dubes Vatican terdahulu yang juga pernah berkunjung ke Sintang, Mgr. Leopoldo Girelli  yang sekarang menjadi Dubes di Singapura.<br /><br />“Beliau mengatakan, seorang imam dipanggil bukan untuk menyendiri dan berkarya seorang diri, akan tetapi imam dipanggil untuk menjadi anggota dalam persekutuan dan persaudaraan,” tutur Bupati.<br /><br />Pada kesempatan tersebut juga, Bupati Sintang sedikit menjelaskan mengenai kabupaten Sintang secara geografis dan demografi, termasuk juga potensi yang ada di kabupaten Sintang yang multi etnis.<br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110802073715_D6E4411.jpg" alt="" width="300" height="225" /> <img src="../../data/foto/imagebank/20110802073654_CA801CB.jpg" alt="" width="300" height="225" /><br />Selain itu juga dijelaskan pula konsep pembangunan kabupaten sintang yang memfokuskan pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui gerakan membangun ekonomi masyarakat yang diwujudkan dalam program Jakarta Selatan.<br /><br />Sementara itu, Uskup Sintang Mgr.Agustinus Agus mengungkapkan rasa syukurnya atas diselenggarakannya Munas UNIO ke X di Kabupaten Sintang dengan Keuskupan Sintang sebagai penyelenggaranya.<br /><br />“Selamat mengikuti Munas, semoga semuanya berjalan lancar, diberkati Tuhan sehingga apa yang kita harapkan dan cita-citakan sungguh-sungguh berguna bagi para imam projo serta juga pelayanan kita untuk mengembangkan umat ditempat kita masing-masing,” ungkap Uskup Sintang.<br /><br />Sedangkan Dirjen Bimas Katholik Kementerian Agama RI, yang diwakili Direktur Urusan Agama Katholik Nathanael Sessa mengatakan, pertemuan para imam projo yang tergabung dalam UNIO ini dapat menjadi sarana yang baik guna membangun sinergi.<br /><br />Selain itu dirinya juga mengungkapkan peranan pemerintah dalam kehidupan beragama di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah terbentuknya serta dasar negara RI.<br /><br />“Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia ini yang memiliki kementerian agama dengan tugas dan fungsi seperti yang ada di kementerian agama RI saat ini,” kata Nathanael.<br /><br />Adanya kementerian agama ini juga sekaligus menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara agama tetapi juga bukan negara sekuler. Pemerintah peduli dengan kehidupan beragama di Indonesia tanpa ikut campur langsung dalam hal yang menyangkut inti ajaran agama.<br /><br />“Itu sudah menjadi kewenangan dan tanggung jawab masing-masing agama. Peran pemerintah hanya sebatas fasilitator saja dan tidak mengambil alih yang menjadi kewenangan gereja,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>