Bupati Imbau Kades Petakan Potensi Desa

oleh

Bupati Kubu Raya, Kalbar, Rusman Ali mengimbau kepala desa setempat agar bisa memetakan potensi desa masing-masing untuk disampaikan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi guna mendapatkan bantuan program percepatan pembangunan desa. <p style="text-align: justify;">"Saya mengimbau kepala desa menyampaikan kepada menteri mengenai potensi di desanya masing-masing, sehingga dapat diprogramkan di kementerian. Setiap desa juga kita harap bisa meng-input apa saja yang diperlukan agar bisa disampaikan kepada Kementerian Desa," katanya usai menghadiri telekonferensi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar di kantor bupati Kubu Raya, Rabu.<br /><br />Dia menjelaskan, pada telekonferensi tersebut dia didampingi oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Plt Sekda bersama SKPD serta beberapa kepala desa yang ada di Kubu Raya. Dalam kesempatan itu, setiap kepala desa diberikan kesempatan menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi di lapangan kepada Menteri Marwan Jafar dan jajarannya.<br /><br />"Yang paling mendasar dari pertanyaan kepala desa, mengapa aturan UU No 6 tahun 2014 yang menyebutkan bahwa desa mendapatkan bantuan dari pusat minimal Rp500 juta sampai Rp1,5 miliar per tahunnya. Tetapi Kubu Raya hanya mendapatkan Rp18 miliar lebih, kalau dibagikan ke 118 desa maka setiap desa hanya mendapatkan lebih kurang Rp150 juta per tahunnya," tuturnya.<br /><br />Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa se-Indonesia, Kabupaten Kubu Raya, Matlias mengatakan, beberapa pertanyaan yang diajukan kepala desa yang ada di kabupaten itu berkaitan dengan dana yang dialokasikan dari pusat ke pedesaan. Karena memang dana itu belum mencapai sesuai dengan aturannya yang telah ditentukan.<br /><br />Selain itu, Kades Kuala II itu juga menyinggung daerah pesisir, serta Badan Usaha Milik Desa.<br /><br />"Kami sangat mengharapkan agar para menteri lebih detail lagi memberikan penjelasan terkait berbagai ketentuan dalam penggunaan dana desa tersebut, agar kepala desa yang berada di Kubu Raya dan kabupaten lainnya mengetahui jumlah yang dianggarkan dan alokasi penggunaannya," katanya.<br /><br />Berkaitan itu juga, masalah pembangunan infrastruktur desa yang sangat dirasakan masih minim, sehingga anggaran APBD Kubu Raya tidak mencukupi.<br /><br />"Kami berharap dari pusat untuk mengalokasikan dana pembangunan lainnya untuk desa yang ada di Kubu Raya, karena sebagai kabupaten baru, Kubu Raya memerlukan banyak anggaran untuk mengejar pembangunan, agar pembangunan bisa tercapai serta bermanfaat bagi orang banyak," kata Matlias. (das/ant)</p>