Bupati Jarot Komitmen Bangun Wilayah Perbatasan Sintang

oleh
Jarot Winarno

SINTANG,KN – Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan, Pemkab Sintang selalu hadir dalam pembangunan masyarakat, terutama untuk wilayah pedalaman, pinggiran, dan perbatasan. Dengan demikian, maka masarakat di tiga wilayah tersebut, harus membantu pembangunan ini.

“Kawasan pebatasan jadi prioritas pembangunan kami. Kita tata wilayah pedesaan, pinggiran, hingga perbatasan. Semua wilayah harus menikmati pembangunan,” kata Bupati Jarot, Minggu (2/2/2020).
Selain jadi komitmen pemerintahannya, Bupati Jarot mengungkapkan, pembangunan dari pinggiran, yaitu pedalaman, pedesaan, dan perbatasan, juga merupakan program Pemerintah Pusat (Pempus), melalui Nawacita.

Pemetintah, ujar Bupati Jarot, berupaya mengubah wajah perbatasan sebagai serambi depan negara, sehingga semua pembangunan dikebut. Pembangunan daerah terpinggirkan, pedalaman, dan perbatasan, jadi langkah pemerataan pembangunan, yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya infrastruktur, namun juga berbagai bidang kehidupan lainnya.

“Khusus di Kabupaten Sintang, setidaknya ada dua kecamatan yang beberapa desanya berbatasan tanah langsung dengan negara tetangga, Sarawak, Malaysia. Ini jadi prioritas kita,” tuturnya.
Adapun dua kecamatan tersebut adalah Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu. Saat ini, Pemkab Sintang fokus membenahi di dua wilayah tersebut. Pemkab terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pempus, agar ada sinkronisasi konsep pembangunan wilayah perbatasan.

“Pembangunan infrastruktur dasar terus digenjot. Banyak program Pemprov dan Pempus, yang bisa disinkronkan dengan Pemkab,” kata Bupati Jarot.
Mantan Wabup periode 2005-2010 ini optimis, secara bertahap wajah wilayah perbatasan di Kabupaten Sintang akan semakin baik. Ini dibuktikan dengan pembangunan jalan paralel perbatasan dan berbagai infrastruktur penunjang lainnya seperti bangunan sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dan lainnya.

Saat ini, kondisi wilayah perbatasan secara bertahap mulai berubah. Kondisi jalan menuju perbatasan juga mulai membaik bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. “Kita sempat mengalami kegawatdaruratan infrastruktur. Namun, secara perlahan dibenahi. Pembangunan jalan sangat penting, karena untuk meningkatkan perekonomian,” pungkasnya. (*)