Bupati Jarot Terima Kunjungan Anggota Komisi XI DPR RI

oleh

SINTANG, KN -Tatkala melakukan reses pertamanya di Kabupaten Sintang, Anggota Komisi XI DPR RI, Yessy Melania menawarkan program pembangunan untuk Sintang yakni “Sintang Terang Benderang”.

Program itu dimaksudnya untuk dusun dan desa yang memang belum terbangun jaringan listrik negara dengan memanfaatkan tenaga matahari dan angin.

“Pembangunan jaringan listrik swasta ini sekaligus dengan pembangunan  tower untuk sarana komunikasi. Jadi, kami siap bantu dalam hal energi listrik dan penerangan non PLN dengan memanfaatkan energi terbarukan. Kami siapkan tenaga ahli dengan berbagai jenis keperluan. Dan kami akan bekerjasama dengan PT. Panah Perak Megasarana dalam menjalankan program listrik swasta ini,” ujarnya saat berkunjung ke Kabupaten Sintang, Rabu (4/3/2020).

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan permintaannya agar Yessy Melania bisa membantu Kabupaten Sintang soal keuangan dari Pemerintah Pusat.

“Sesuai ruang lingkup kerja Komisi XI DPR RI, kami berharap Yessy bisa membantu Sintang dalam pengalokasian DAK atau sumber dana yang lain untuk pembangunan Kabupaten Sintang. Karena berdasarkan data pemilihan legislatif kemarin, ternyata masyarakat Kabupaten Sintang ini merupakan penyumbang suara terbesar kedua setelah Kabupaten Melawi. Atau Yessy sudah punya rencana untuk membantu masyarakat Kabupaten Sintang, silakan saja,” kata Bupati Jarot usai menyambut kedatangan Yessy Melania.

Selain itu, Bupati Jarot mengatakan bahwa di era pemerintahannya begitu terbuka. Artinya, silahkan siapapun yang ingin membantu dusun dan desa yang tertinggal di Sintang.

“Kalau bisa dikombinasikan antara tenaga diesel dan surya yang memang sudah ada di Sintang. Siang pakai diesel, malam pakai surya. Di Sintang juga sudah ada 57 PLTMH yang sudah beroperasi dengan baik,” katanya.

Agus Salim Igarashi President Director PT. Panah Perak Megasarana yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan profil perusahaan, pengalaman perusahaan dan rencana untuk Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi kepada Bupati Sintang serta beberapa kepala desa yang hadir di Pendopo Bupati Sintang.

“Kami  lebih banyak bekerja dalam bidang energi dan pertambangan. Kami juga sudah mengerjakan proyek di Sumatera Barat pada bidang pelabuhan, sawit dan pertambangan. Kami juga sudah bangun 10 megawatt listrik di Sumatera Barat. Nah, untuk di Kalimantan kami ingin fokus membangun energi listrik di daerah tertinggal. Kami mau membantu masyarakat yang tertinggal dan terpencil untuk bisa menikmati aliran listrik dengan memanfaatkan matahari dan angin,” ungkapnya.

Menurut dia, Kabupaten Sintang dan Melawi memiliki  potensi angin dan matahari sangat besar dan bagus.

“Memanfaatkan tenaga matahari dan angin ini dalam hal faktor biaya lebih rendah dan hemat. Sustainable lebih terjaga. Di Kalteng sudah berjalan dengan baik. Penyediaan listrik swasta ini hanya untuk wilayah yang belum ada PLN. Jika dalam satu desa ada beberapa dusun yang berjauhan, maka kita buat per dusun dengan jumlah minimal 50 rumah. Soal tarif, kami memasang harga lebih tinggi 20 persen dibanding harga listrik yang disediakan PLN. Kami akan pasang KWH 450 sampai 1.300  kekuatan listrik juga sama dengan PLN. Jadi bisa untuk ac, pompa air, lampu dan alat lain yang menggunakan listrik,” pungkasnya. (*)