Bupati Kapuas Hulu Launching Dusun Wisata Sadap

oleh

Dusun Sadap, Desa Manua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, resmi menjadi Dusun Wisata,yang dilaunching langsung oleh Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH sekitar pukul 10.30 wib, Minggu (30/10/2011) tepatnya diu rumah Betang Dusun Sadap. Kedatangan Bupati Kapuas Hulu beserta rombongan disambut meriah oleh masyarakat setempat dan ditandai dengan pemotongan umpang serta diiringi tarian suku dayak Iban Desa Sadap. <p style="text-align: justify;">Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Agus Haranta mewakili Direktur Kawasan Konservasi pada Kementerian Kehutanan, Prabianto Wibowo, Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan wilayah regional Kalimantan, Kepala Balai Besar TNBK Joko Prihatno, Panglima Perang Suku Dayak Iban Jimbau Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu Drs. Alexander Rombonang, MM.A, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kapuas Hulu Drs. H.Mukhlis, Msi, Danyon 644/Walet Sakti Putussibau,Let.Kol.Inf. Anggit Exton Yustiawan,  Kepala WWF Indonesia Kabupaten Kapuas Hulu, Camat Embaloh Hulu Hermanus, S.Sos, dan sejumlah Pejabat teras lainnya yang ada dilingkungan Pemerintahan  Kabupaten Kapuas Hulu, serta ratusan masyarakat yang turut hadir untuk menyaksikan launching Dusun Wisata tersebut. Launching Dusun wisata Sadap itu sendiri ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kapuas Hulu.<br /><br />Mewakili masyarakat Jimbau, selaku Panglima Perang Suku Dayak Iban menuturkan bahwa dengan dijadikanya Dusun Sadap sebagai Dusun Wisata, merupakan penghargaan bagi masyarakatnya, dan kepercayaan yang telah di berikan ke Dusun Sadap akan tetap dijaga, dan menurut Jimbau dirinya dan sejumlah masyarakat serasa tidak percaya dengan kenyataan, bahwa Dusun mereka dijadikan Dusun Wisata. <br /><img src="../../data/foto/imagebank/20111031202246_3E6EACA.jpg" alt="" width="637" height="400" /></p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20111031201908_12593CE.jpg" alt="" width="637" height="400" /></p> <p style="text-align: justify;">“Kami bagaikan bermimpi atas Dusun Wisata ini, Kami berharap dengan dijadikannya Dusun Kami sebagai Dusun Wisata, Kami berharap agar ada dampak langsung maupun tidak langsung yang dapat Kami rasakan, salah satunya kemajuan pembangunan dan kesejahtreraan masyarakat,” ungkapnya.<br /><br />Selain itu dijelaskan Joko Prihatno selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Kabupaten Kapuas Hulu, mengatakan bahwa tujuan dijadikannya Dusun Sadap ebagai Dusun Wisata guna untuk mempromosikan potensi alam yang dipadukan dengan potensi wisata, adat istiadat dan budaya yag ada di Kabupaten Kapuas. Tidak hanya itu yang melatar belakangi dipilihnya Dusun Sadap sebagi Dusun Wisata, karena memang memiliki criteria dengan memiliki berbagai potensi baik itu budaya adat istiadat hingga poteni wisata alamnya dan merupakan pintu masuk menuju kawasan TNBK. <br /><br />“Kenapa harus Dusun Sadap ini yang Kita jadika Dusun Wisata, bukan Desa, sebab Dusun Sadap ini sudah memnuhi kriteria dengan potensi yang ada, untuk dapat kemas menjadi perpaduan, dan dinila dapat menarik perhatian para wisatawan, sehingga potensi yang ada tersebut dapat tergali dan terpromosikan keluar sana, selain itu pengelolaanya dilakukan oleh masyarakat langsung, dengan menjadikan setiap rumah warga sebagai home stay wisatawan,” terangnya. <br /><br />Sedangkan Agus Harnanta yang mewakili  Direktur Kawasan Konservasi mengharapkan agar potensi yang ada di setiap Desa dapat tergali seperti halnya seperti Dusun Sadap, banyak hal yang dapat menarik perhatian wisatawan, selain panorama keindahan objek wisata itu sendiri juga potensi yang ada pada masyarakat setempat, diantaranya, adat istiadat dan budaya, keramah tamahan masyarakat, serta mesti terus dijaga kebersihan lingkungan, tidak hanya itu cirri khas Dusun Sadap ini juga memiliki nilai jual untuk wisatawan, salah satu contohnya yaitu dengan dijadikannya rumah warga sebagai home stay, dengan demikian dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,ujarnya. <br /><br />Sementara itu Bupati Kapuas Hulu, A.M Nasir, SH mengatakan bahwa hendaknya dalam rangka mempromosika wisata yang ada di Kapuas Hulu, khususnya di Dusun Sadap tersebut hendaknya tidak hanya sebatas launcing yang Kita lakukan, tetapi perlu kerja keras serta kesinergian yang lebih optimal lagi kedepannya, terutama dalam menyusun program-program yang dapat mengembangkan dan mengali secara maksimal potensi wisata yang ada.<br /><br />“Saya berharap ini tidak sampai disini, setidaknya mesti ada upaya kedepan dalam mengembangakan objek wisata serta potensi-potensi yang ada, terutama dalam menyusun program yang matang, dalam mengelola pariwisata yang ada perlu ada aksi, exsen serta eksis dalam terus mengali potensi wisata, dengan tidak meninggalka cirri khas daerah setempat dan pada umumnya Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga memiliki kesan tersendiri bagi pengunjung, apalagi jika mereka berbaur langsung dengan masyarakat, dengan adanya home stay dirumah warga,” ungkapnya.<br /> <br />Ditambahkan Nasir, dari segi perhatian Pemerintah tentunya, selain dari pihak Taman Nasional Pemerintah Daerah, diharapkan juga pemerintah pusat selalu memberikan dukungan, tidak hanya itu Dunia juga mesti ikuti memberikan kontribusi terhadap Kabuapten Kapuas Hulu, sebab masyarakat sejak zaman nenek moyang sudah menjaga hutan, yang saat ini dijadikan sebagai paru-paru dunia. <br /><br />“Jangan sampai masyarakat dituntut terus menjaga hutan, sementara tidak ada kontribusi dunia, ini sama saja membuat masyarakat semakin tertinggal, namun Kami harapkan denga wisata yang ada ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta secara perlahan-lahan dapat menambah pendapatan daerah ini, “ pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>