Bupati Kecewa Bandara Kuala Pembuang Tak Terekspos

oleh

Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Sudarsono merasa kecewa karena kunggulan Bandara Kuala Pembuang yang tidak pernah terkendala kabut asap tak pernah diekspos media. <p style="text-align: justify;">"Disaat banyak daerah di Kalteng ribut asap, dan bandara menjadi lumpuh, tapi Bandara Kuala Pembuang yang tidak pernah terkendala kabut asap, tidak pernah diberitakan media," katanya di Kuala Pembuang, Selasa.<br /><br />Harusnya bandara yang bebas kabut asap ini diekspos sehingga mengundang perhatian berbagai pihak.<br /><br />Penerbangan melalui Bandara Kuala Pembuang terhenti bukan karena masalah kabut asap, melainkan pesawat di bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya tidak bisa terbang karena kabut asap.<br /><br />"Saya membayangkan kalau saja ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi atau Kementerian Perhubungan terhadap Bandara Kuala pembuang, maka penerbangan di Kalteng melalui Kuala Pembuang bisa dimanfaatkan," katanya.<br /><br />Orang nomor satu di "Bumi Gawi Hatantiring" menambahkan, keberadaan Bandara Kuala Pembuang juga dapat dimaksimalkan untuk mengatasi kebutuhan penerbangan di Kalteng, karena saat ini beberapa kabupaten lain seperti Kotawaringin Timur baru dalam tahap perencanaan pembangunan bandara baru.<br /><br />"Untuk mengatasi kebutuhan penerbangan di Kalteng sebenarnya ada di Seruyan. Kalau daerah lain baru dalam tahap perencanaan pembangunan bandara baru, dan itu pun perlu waktu lama, sementara Bandara Kuala Pembuang sudah siap," katanya.<br /><br />Menurut bupati, tinggal nanti bagaimana mengembangkan Bandara Kuala Pembuang, khususnya untuk runway atau landasan pacu agar dapat didarati oleh pesawat-pesawat besar sekelas boeing atau pesawat jenis ATR 72.<br /><br />"Panjang landasan pacu saat ini 1.200 meter. Jika ditambah sepanjang 400 meter lagi, Bandara Kuala Pembuang sudah bisa didarati pesawat kenis ATR 72," katanya. (das/ant)</p>