Home / Tak Berkategori

Bupati Kotabaru Minta Lambang Pemkab Majene Diturunkan

- Jurnalis

Senin, 30 Januari 2012 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kotabaru Kalimantan Selatan H Irhami Ridjani meminta papan nama Pemkab Majene Sulawesi Barat di Pulau Larilarian Pulau Sebuku Kotabaru segera diturunkan. <p style="text-align: justify;"><br />"Tolong papan nama tersebut segera diturunkan, karena Pulau Larilarian masih dalam status kuo, tidak diperkenankan siapa saja memasang plang nama kepemilikan," kata Bupati Kotabaru pada rapat koordinasi Pansus DPRD Prov Kalsel di Kotabaru, Senin.<br /><br />Menurut Bupati, Pulau Larilarian saat ini masih dalam sengketa antara Pemkab Kotabaru Kalsel dengan Pemkab Majene Sulbar, dan kasusya masih dalam proses peradilan di Mahkama Agung (MA).<br /><br />"Dalam kondisi sengketa, semua pihak harus menahan diri dan bermain cantik, termasuk Pemkab Kotabaru, untuk tidak memasang plang nama," tegasnya.<br /><br />Kotabaru yang selama ini menguasai dan memiliki bukti kuat dan mendapat pengakuan dari dunia internasional sangat mampu memasang papan nama dua kali lipat lebih besar, namun tidak dilakukan karena pulau tersebut masih dalam status kuo.<br /><br />Namun kenapa Pemkab Majene sudah berani memasang plang nama di Pulau Larilarian..?.<br /><br />Menurut seorang tokoh Kotabaru Ibnu Fauji S Sos, saat kasus Larilarian menjadi sengketa pihak Pemkab Majene memasang plang nama di Pulau Larilarian dengan menyewa kapal dari warga Kotabaru.<br /><br />"Aneh, mereka memasang plang nama di Pulau Larilarian dari Kotabaru, kenapa itu bisa dilakukan," tuturnya.<br /><br />Sementara itu, sebelum plang nama Pemkab Majene di pasang, Pemkab Kotabaru telah membangun sarana komunikasi dan sejumlah papan nama yang menunjukkan bahwa pulau tersebut masuk dalam wilayah Kotabaru.<br /><br />Untuk merebut kembali Pulau Larilarian dari Majene, Pemkab Kotabaru bersama Pemprov Kalsel melakukan tuntutan ke Peradilan Tata Usaha Negara dan uji materiel ke Mahkamah Agung terkait Permendagri Nomor 43 Tahun 2011 masuk wilayah administrasi Majene, Sulawesi Barat.<br /><br />Bahkan untuk memperjuangkan hak Kotabaru yang telah diserobot Majene, Pemprov Kalsel membentuk Panitia Khusus dari DPRD.<br /><br />Panitia khusus (pansus) tersebut akan berjuang sekuat tenaga di pemerintah pusat agar Pulau Lariarian yang memiliki potensi minyak dan gas bumi itu kembali menjadi milik Pemkab Kotabaru. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB