Bupati Kubu Raya Raih ‘Innovative Government Award’

oleh

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjadi salah satu kepala daerah yang mendapatkan penghargaan pemerintah daerah yang inovatif ("innovative government award") dari Kementerian Dalam Negeri melalui program Koperasi Grameen yang diterapkan di daerahnya. <p style="text-align: justify;">"Bapak bupati (Muda Mahendrawan) mendapatkan ‘award’ dari Kemendagri pada hari ini (Senin), karena beliau dinilai sebagai pemimpin daerah yang inovatif. Penilaiannya diambil dari kebijakan beliau yang mendirikan Koperasi Grameen di Kubu Raya," kata Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien yang mewakili Bupati Muda Mahendrawan menerima penghargaan tersebut di Jakarta, saat dihubungi melalui telepon, Senin.<br /><br />Menurut Andreas, Muda terpilih sebagai bupati inovatif bersama 29 bupati lainnya di seluruh Indonesia.<br /><br />Nantinya, Kemendagri akan kembali menyeleksi 30 orang bupati tersebut menjadi 12 nominasi.<br /><br />"Setelah terpilih 12, selanjutnya akan kembali dipilih menjadi tiga dan pemenangnya akan diumumkan pada bulan November nanti. Biasanya, program inovatif dari tiga bupati yang terpilih akan diterapkan di daerah lainnya sebagai percontohan," tuturnya.<br /><br />Andreas mengatakan, penghargaan tersebut ditujukan untuk para bupati, bukan pada daerah yang dipimpinnya.<br /><br />Sebagai wakil bupati dia menilai penghargaan tersebut menjadi suatu kejutan besar bagi Kubu Raya, karena meski pemerintahan yang dijalankannya bersama Muda Mahendrawan baru berumur tiga tahun, namun sudah bisa menjadi salah satu kabupaten yang patut untuk di perhitungkan di tingkat nasional.<br /><br />"Apa lagi Kubu Raya ini merupakan daerah baru, sehingga prestasi tersebut tentu menjadi suatu langkah maju bagi Kubu Raya karena program pemerintahan yang dijalankan selama ini telah menunjukkan hasil yang baik," kata Andreas.<br /><br />Saat dikonfimasi terpisah, Bupati Kubu Raya Mahendrawan yang saat ini berada di Makkah untuk menunaikan ibadah haji mengatakan, dia merasa terkejut dan senang atas penghargaan tersebut.<br /><br />"Saya sendiri tidak menyangka karena mendapatkan penghargaan itu. Dalam hal ini saya sangat berterimakasih kepada Kemendagri yang telah memberikan penghargaan itu," kata Muda.<br /><br />Muda mengatakan, dia sengaja membentuk Koperasi Grameen guna mendukung kaum perempuan setempat memiliki industri rumah tangga ataupun yang membutuhkan modal usaha dengan sistem bergulir.<br /><br />"Kita suntik anggaran di sana, sehingga kaum perempuan kita dukung pendanaannya, terutama yang memiliki "home industry" atau membutuhkan modal usaha dengan sistem bergulir," kata Muda.<br /><br />Dia menjelaskan, anggota koperasi itu sebagian besarnya adalah kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga. Koperasi Grameen ini meniru sebuah organisasi kredit mikro yang dimulai di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil kepada orang yang kurang mampu.<br /><br />Menurut ia, kaum ibu secara alamiah memiliki kemampuan manajerial, mulai dari keuangan keluarga hingga pendidikan anak. Dia juga mengatakan, Koperasi Grameen memang dikhususkan untuk kaum perempuan yang membutuhkan permodalan untuk membuka usaha.<br /><br />Muda berpandangan untuk memajukan daerah perlu dirangkul dan diberdayakan kaum perempuannya.<br /&gt;<br />"Kita lihat di Bangladesh. Muhammad Yunus yang meraih Nobel Perdamaian berhasil memajukan ekonomi negaranya melalui Koperasi Grameen. Ia rangkul kaum perempuan di sana, dari kaum perempuan ini perlahan-lahan perdamaian juga terjalin," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya juga ingin seperti itu. Pemkab Kubu Raya mengharapkan kaum perempuan setempat bisa berpartisipasi dalam pembangunan.<br /><br />"Dengan adanya penghargaan dari Kemendagri, saya anggap ini sebagai suatu beban bagi saya, karena saya tentu harus bisa mempertahankan dan kembali memantapkan koperasi Greameen itu. Namun, penghargaan ini tentu tidak terlepas dari partisipasi banyak pihak, khususnya para ibu-ibu yang tergabung dalam koperasi Grameen itu, makanya penghargaan ini layak diberikan kepada para ibu-ibu dan masyarakat di Kubu Raya," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>