Bupati Kubu Raya : Sikapi Positif Isu Penculikan

oleh

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengemukakan, maraknya isu penculikan anak belakangan ini perlu disikapi secara positif yakni dengan meningkatkan pengawasan orang tua kepada anak. <p style="text-align: justify;">"Selama ini orang menjadi resah karena menanggapi negatif isu tersebut, namun tidak bisa dimungkiri hal itu juga membawa hal positif bagi masyarakat," kata Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Kalimantan Barat, Selasa. <br /><br />Menurut dia, sejak beredarnya isu melalui pesan layanan singkat (SMS) tersebut, tingkat pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya yang semula melemah menjadi semakin kuat. <br /><br />Ia menambahkan, orang tua yang semula tidak menjemput anaknya saat pulang sekolah atau sering terlambat, sekarang makin meningkatkan kewaspadaan dan perhatiannya. <br /><br />"Dengan demikian, kasih sayang orang tua makin dirasakan oleh anak-anak mereka," kata Muda. <br /><br />Belum lagi bagi orang tua yang biasanya tidak peduli jika anak-anak mereka pulang malam, sekarang mencegahnya. "Itu akan menambah frekuensi berkumpulnya suatu keluarga dan berimbas pada semakin harmonisnya hubungan keluarga," kata Muda. <br /><br />Dampak lainnya yang dirasakan adalah saat ini masyarakat lebih waspada dan sebagian besar sudah mengaktifkan kembali Poskamling yang berdampak pada makin terciptanya kerukunan warga karena menjaga daerah mereka secara bersama-sama. <br /><br />"Tidak bisa dibantah bahwa hal itu makin memberikan hasil positif dari maraknya pesan SMS yang meresahkan warga tersebut," kata Muda. <br /><br />Namun, ia meminta masyarakat di kabupaten itu tetap tenang dan tidak mudah terprovoksi menanggapi isu-isu pemakaian organ tubuh anak-anak melalui SMS yang disebarkan oknum tertentu. <br /><br />"Anggap angin lalu saja. Warga dan anak-anak terutama yang sekolah diminta tetap melakukan aktivitas sehari-hari," kata Bupati. <br /><br />Ia menambahkan, jika masyarakat mengambil sisi positif dari SMS tersebut, tentu masyarakat akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti saling mencurigai apa lagi melakukan tindakan di luar norma hukum. <br /><br />Pemkab Kubu Raya telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada camat, kades dan UPT di kabupaten itu. <br /><br />Sementara itu Ketua DPRD Kubu Raya Sujiwo menilai, beredarnya isu sesat tersebut karena ada oknum yang ingin mengganggu dan mengacaukan suasana di Kalbar yang sudah kondusif ini. <br /><br />"Sebetulnya isu ini sudah lama. Sejak kecil saya juga sudah mendapatkan cerita seperti itu dan kebenarannya diragukan. Yang pasti, masyarakat jangan mudah terprovokasi, karena sangat tidak mugkin ada pencuri ingin mengambil organ tubuh manusia," katanya. <br /><br />Oleh karena itu, sambungnya, para kepala desa, tokoh masyarakat dan warga harus saling memberikan informasi secara benar. Jangan sampai kejadian tiga nyawa yang melayang karena salah informasi terjadi di Kabupaten Kubu Raya. <br /><br />"Ini jangan disepelekan. Warga harus diberi informasi benar. Ini tugas kita semua terutama perangkat seperti camat, desa hingga perangkat terbawah sekalipun," tuturnya. <br /><br />Ketua DPC PDI-P Kubu Raya itu menambahkan, di daerah pedalaman SMS tersebut masih memunculkan ketakutan masyarakat. Bahkan di beberapa tempat, ada sekolah libur selama empat hari. Ada juga ibu-ibu atau masyarakat karena takut, enggan pergi bekerja di ladang atau sawah. <br /><br />Ia kemudian bercerita sewaktu kecil, ada pembangunan mega proyek seperti jembatan baru selalu dikaitkan dengan isu penculikan dan potongan tubuh manusia. "Waktu dahulu, orang tua mengkaitkannya dengan pola pergerakan komunis," kata dia. <br /><br />Isu itu dihembuskan apabila ada pembangunan proyek besar dan baru termasuk menjelang panen. <br /><br />"Pokoknya jangan terlalu jauh mengaitkannya. Yang penting, kita semua jangan percaya itu," tegasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>