Sejumlah investor di Kabupaten Landak Kalimantan Barat mengeluh menghadapi masalah sosial dengan masyarakat setempat yang dianggap tidak mendukung perkembangan investasi di daerahnya, kata Bupati Landak Adrianus Asia Sidot. <p style="text-align: justify;">"Banyak investor seperti perusahaan sawit datang menghadap saya mengeluh, meraka mengaku tidak bisa menjalankan investasi karena banyak gangguan di daerah ini," kata Adrianus Asia Sidot di Ngabang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, banyak oknum-oknum yang mempunyai kepentingan pribadi, kemudian melakukan pemerasan dengan dalih hukum adat kepada perusahaan, sehingga para investor tidak betah karena sering mengalami masalah itu.<br /><br />"Gimana tidak mengeluh, ada oknum masyarakat mencuri ditangkap, lalu malah balik menyegel alat berat dan kantor perusahaan. Bahkan ada kepala desa menolak perusahaan yang jelas-jelas punya izin masuk di daerahnya. Ini kepala desa yang melantik bupati, kok malah menolak perusahaan yang diizinkan bupati," ungkap Adrianus.<br /><br />Ia mengaku, ada beberapa perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Landak ingin hengkang atau cabut dari investasi dari daerah itu. Misal PT IGP, CPO, ASJ, SMS dan MAK sudah mulai goyang menghadapi masalah di lapangan yang menganggap tidak aman.<br /><br />"Investasi di Landak tidak berjalan kalau situasi tetap seperti saat ini. Banyak oknum masyarakat yang sedikit-sedikit menuntut perusahaan dengan jumlah besar hanya untuk kepentingan pribadi," tegas Adrianus.<br /><br />Bupati berharap dukungan dari semua pihak seperti DPRD untuk menyikapi masalah itu agar investasi di daerah ini aman dari gangguan.<br /><br />"Karena kalau kita tidak menjamin keamanan investasi di Kabupaten Landak, maka akan banyak hengkang para investor yang selama ini sudah menanamkan modal di daerah ini," tandas Adrianus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















