Bupati Lantik 50 Kepala Desa Se Kabupaten Melawi

oleh

Setelah sempat tertunda karena adanya seumlah persoalan di beberapa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serebtak tahun 2016. Akhirnya Pelantikan dan pengucapan sumpah janji Kepala Desa (Kades) Terpilih Se Kabupaten Melawi dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Bupati Melawi, Ketua dan Wakil Anggota DPRD Melawi, para kepala SKPD, para Camat dan sejumlah Kades di Kabupaten Melawi, Forkopinda, PKK, serta ratusan masyarakat yang merupakan sanak keluarga Kades terpilih. <br /><br />Kades terpilih yang dilantik lansung oleh Bupati Melawi tersebut berjumlah 50 orang, hal tersebut karena adanya penambahan satu orang yang dikarenakan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari seorang Kades Aktif yang meninggal, yakni Kades Tanjung Lay. Yang mana PAW dilaksanakan dengan cara musyarawah mufakat di Desa. <br /><br />Bupati Melawi, Panji saat menyampaikan sambutannya mengatakan, Pilkades serentak tahun ini dari 169 desa, yang melaksanakannya ada 50 desa. Meskipun diketahui, dalam penyelenggaraannya masih banyak kekurangan disana sini. Namun sudah bisa dipastikan pelaksanaan Pilkades sudah sesuai dengan perundang undangan dan peraturan yang berlaku. <br /><br />"Kepala desa dipilih masyarakatnya, artinya Kades dipercaya oleh masyarakatnya. Untuk itu saya berharap kepala desa bisa dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi serta amanah masyarakat tersebut. <br />aKitabjugabharapkan berkoordinasi dengan BPD dan tokoh nasyarakat di desanya, serta bisa melaksanakan pembangunan di desa dengan bermusyawah dengan BPD. Oleh karena itu, laksanakanlag musyawarah dan jagalah hubungan dengan BPD agar tidak ada ketersinggungan antara Kades dan BPD," ingatnya. <br /><br />Kepada para kades terpilih, lanjut Bupati, juga diharapkan bisa menjaga amanah dan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin serta melaksanakannya dengan bijaksana. Kemudian, para kades yang telah dilantik, juga harapkan dapat melaksanakan atau memenuhi janji membangun desa dan bekerja samalah dengan masyarakat. <br /><br />"Kemudian bisa menjaga situasi yang kondusif dengan menjalankan tugas yang penuh diharapkan masyarakat desa. Hindari pelayanan menggunakan dana desa yang berkepentingan pribadi dan laksanakan tugas di kantor jagan di warung kopi. Uatamakan kepentingan umum dan hindari kepentingan pribadi.  Laksanakanlah tugas tugas kepemerintahan dengan baik, kepemimpinan dengan baik, pembinaan masyarakat dengan baik, dan berdayakan masyarakat dalam membangun," pungkasnya. (KN)</p>