Bupati Malinau Luncurkan Buku "Revolusi Dari Desa"

oleh

Bupati Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Yansen TP, meluncurkan buku yang ditulisnya berjudul "Revolusi dari Desa" di Malinau, Jumat. <p style="text-align: justify;"><br />Peluncuran buku tersebut di antaranya dihadiri 109 kepala desa di Malinau, Guru Besar Sistem Pemerintahan dan Otonomi Daerah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sadu Wasistiono dan Ketua Program Studi Program Doktor Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Soesilo Zauhar.<br /><br />Yansen saat peluncuran buku tersebut mengatakan bahwa buku tersebut ditulisnya berdasarkan pengalaman selama menjadi camat hingga sekretaris daerah dan saat ini memimpin Kabupaten Malinau dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara kontekstual.<br /><br />"Atas dasar hal-hal tersebut, saya menulis ini berdasarkan pengalaman. Paradigmanya sungguh berbeda dan saya namakan sebagai konsep ‘Gerakan Desa Membangun’ atau lebih populer disebut GERDEMA," kata Yansen.<br /><br />GERDEMA adalah sebuah paradigma baru dalam pembangunan. Konsepsi GERDEMA memiliki cara pandang yang berbeda jauh dengan perilaku kebijakan pembangunan oleh banyak pemerintah daerah selama ini, katanya.<br /><br />"Sebagai paradigma baru, GERDEMA merupakan perilaku kebijakan inovatif yang percaya sepenuhnya kepada masyarakat desa," kata Yansen.<br /><br />Suatu keyakinan bahwa apabila diberi kepercayaan dan tanggung jawab yang jelas, masyarakat desa pasti akan mengemban kepercayaan itu dengan baik. Jika masyarakat desa dapat dipercaya, dibina dan dibentuk kemampuannya, maka mereka menjadi terampil untuk menjalankan tugas dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan desa katanya.<br /><br />"Sikap percaya kepada masyarakat desa ini merupakan suatu sikap yang sangat hakiki dan sesungguhnya sangat strategis bagi setiap pengambil kebijakan. Sikap ini dapat menjadi pemantik tekad dan semangat masyarakat untuk berpartisipasi dalam.pembangunan," kata Yansen.<br /><br />Bupati mengatakan buku tersebut juga dapat menjadi panduan bagi semua pemangku kepentingan, terutama seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pemerintahan Desa.<br /><br />"Bahkan berbagai pihak yang ingin memahami dan belajar tentang bagaimana membangun desa secara tepat," kata Yansen. <strong>(das/ant)</strong></p>