Bupati Melawi Ajak Perusahaan Perbaiki Jalan

oleh

Sejumlah titik kerusakan Jalan Ella yang berstatus jalan kabupaten, tepatnya di jalur Tahlut ke Simpang Desa Nanga Kebebu membuat pemerintah harus bergerak cepat untuk memperbaikinya. Berkaitan dengan rencana perbaikan tersebut, Pemerintah juga menggunakan cara yang sama seperti mengatasi kerusakan Jalan Provinsi diruas jalan antara Sayan ke tanah Pinoh. <p style="text-align: justify;">Pemerintah bersama Ketua DPRD Melawi memanggil pihak perusahaan yang beroperasi di daerah Ella untuk bekerjasama memperbaiki jalan tersebut. Sebab jalan tersebut merupakan jalan yang dipergunakan bersama.<br /><br />“Jadi rapat ini dilakukan hanya soal koordinasi dan menghimpun kekuatan yang ada. Baik dari pemerintah, serta dari perusahaan, untuk sama-sama menanggapi dan berupaya untuk fungsional. Kalau hanya mengharapkan Pemerintah untuk memperbaiki ini, bisa kapan-kapan. Tapi karena ini tidak bisa ditunda-tunda paling tidak fungsional maka harus dilakukan kerjasama,” ungkap Bupati Melawi, Panji, saat ditemui di Pendopo rumah jabatan Bupati Melawi, rabu (1/2).<br /><br />Lebih lanjut Ia mengatakan, kekutannya seberapa, biaya yang dibutuhnya berapa, alat apa saja yang digunakan terus siap-siapa yang melaksanakannya, hal itulah yang akan dibicarakan dalam rapat tersebut. <br />“Intinya pembagian porsi kerja dan kesanggupan pihak perusahaan ddalam memperbaiki jalan ini dan masing-masing perusahaan ini berbuat apa. Misalkan bisa membantu alat, silahkan. Atau hanya bisa banti material, juga silahkan. Kalau mau membantu uang juga tidak ada salahnya. Baru nanti pelaksanaan secara teknisnya diatur oleh PU. Yang mana jalan tersebut ditargetkan fungsional,” ucapnya.<br /><br />Sementara itu,Ketua DPRD melawi, Abang tajudin mengatakan, dengan kerjasama seperti ini kita bisa melihat kontribusi perusahaan melalui perbaikan jalan jalur jalan kabupaten menghubungkan Nanga Pinoh ke Ella, sehingga jalan bisa difungsionalkan oleh masyarakat. “Karena kemampuan daerah dalam kondisi APBD belum jalan begini juga serba sulit. Jika perusahaan tidak mau memberikan kontribusi kepada kita, maka out kan saja dari Melawi,” ucapnya.<br /><br />Sebelumnya, rapat bersama pihak perusahaan tersebut sesuai dengan undangan yang ditandatangani Bupati yakni Pada Rabu (1/2) pukul 09.00WIB. Namun terpaksa di skor hingga pukul 10.30 WIB, karena ada perusahaan yang belum hadir. Namun sampai waktu yang ditentukan itu, dua perusahaan yang tidak muncul juga, yakni PT. Erna dan PT. SBK. Dimana harus ditunda hingga pukul 01.00 WIB. Ketidak hadiran pihak perusahaan PT. Erna dan SBK itu membuat Bupati kecewa.<br /><br />“Ia dua perusahaan itu sangat membuat kami kecewa. Undangan itu ditandatangani Bupati, tapi tidak juga hadir. Bahkan konfirmasi juga tidak ada. Dua perusahaan ini akan jadi catatan saya. yang tandatangan ini maaf ngomong Bupati, bukan pribadi saya," ucap Bupati. (KN)</p>