Bupati Melawi Resmikan Gedung BS-PBK Dan Rumah Adat Tionghoa

oleh

Keinginan masyarakat Tiong Hoa Kabupaten Melawi untuk memiliki rumah adat akhirnya terwujud sudah. Karena bangunan rumah adat Tionghoa dan gedung Badan Sosial Pencegah Bahaya Kebakaran (BS-PBK).yang dikerjakan secara swadaya masyakat dan bantuan pemerintah daerah tersebut telah diresmikan oleh Bupati Melawi H.Firman Muntaco pada Senin (06/06/2011). <p style="text-align: justify;">Menurut Ketua panitia pelaksana, Feby mengatakan bahwa pembangunan gedung BS-PBK dan rumah adat tionghoa tersebut dimulai pada tahun 2010 lalu setelah mendapat respon positif dari Bupati Melawi.<br /><br />“Prediksi untuk membangun gedung ini akan membutuhkan biaya sekitar Rp 1,6 miliar. Panitia berhasil mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sebesar Rp 713 juta dan ditambah bantuan dari Pemerintah Kabupaten Melawi yang dianggarkan pada 2011 ini,” ungkapnya.<br /><br />Gedung yang dibangun dua lantai ini tersebut menurut Feby memiliki dua fungsi, yaitu lantai dasar dipergunakan sebagai maskas BS-PBK dan lantai dua akan dipergunakan sebagai rumah adat tionghoa. Sementara ruang depan pada lantai dasarnya dipergunakan sebagai sekretariat bersama.<br /><br />“Kami berharap keberadaan rumah adat tionghoa ini dapat mempersatukan lintas etnis yang ada di kabupaten Melawi,” terangnya.<br />Feby juga menjelaskan bahwa Badan sosial tersebut merupakan milik bersama, tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan etnis tionghoa saja. <br /><br />Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Provinsi Kalbar, Harso Utomo Suwito yang hadir dalam acara tersebut, juga melantik pengurus MABT kabupaten Melawi. <br /><br />Dalam sambutannya Harso mengatakan bahwa keberadaan rumah adat tionghoa di Melawi menjadi kebanggaan tersendiri yang dihadirkan dari kabupaten yang letaknya cukup jauh dari ibu kota provinsi ini. <br /><br />“Saya melihat, Bupati Melawi ikut mendukung dengan sepenuh hati walaupun kepada kelompok yang dianggap lebih kecil. Ini bukan lagi sekedar kata-kata namun sudah dibuktikan dengan nyata,” ungkapnya.<br /><br />Keberadaan gedung ini terbuka untuk siapa saja, tidak membeda-bedakan agama dan etnis. Semua elemen masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan gedung tersebut. Selain itu juga, kata Harso, keberadaan rumah adat tionghoa ini, bisa jadi merupakan rumah adat tionghoa yang pertama didirikan di Kalbar. <br /> <br />Pada sambutannya saat meresmikan gedung tersebut, Bupati Melawi, H. Firman Muntaco, SH, MH mengatakan bahwa dengan adanya rumah adat tionghoa di Melawi ini diharapkan dapat menjadi simbol keharmonisan antar etnis yang ada di Melawi.<br /> <br />Bahkan dari Pemkab Melawi sendiri sangat memperhatikan kebutuhan setiap etnis, seperti keberadaan rumah adat ini.<br /> <br />“Untuk etnis tionghoa kita berikan bantuan sebesar Rp 500 juta untuk membantu pembangunan rumah adat ini. Kita juga akan memberikan bantuan kepada etnis lainnya seperti Dayak dan Melayu untuk juga mendorong pembangunan rumah adat,” ungkapnya.<br /><br />Dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan dana sebesar Rp 500 juta kepada Ketua MABT Melawi, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dan Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi oleh Bupati Melawi H.Firman Muntaco. <strong>(phs)</strong></p>