Bupati Minta Masyarakat Jangan Takut Berobat

oleh

H. Jarot Winarno dan Askiman sudah setahun memimpin Bumi Senentang. Bupati Sintang pun mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk terus mendukungnya dengan berbagai cara guna membangun Kabupaten Sintang menjadi lebih baik, khususnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Sintang H. Jarot Winarno pada Jumat, 24 Februari 2017 saat dialog interaktif melalui RRI Sintang. <p style="text-align: justify;"><br />“jika sakit, jangan ragu untuk berobat meskipun dalam keadaan tidak mampu secara ekonomi. Karena kami akan bantu masyarakat Sintang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Saya tidak mau dengar, ada orang Sintang yang meninggal karena tidak tidak ada biaya untuk berobat. saya juga tidak mau mendengar ada pasien yang ditolak berobat di rumah sakit kita” tegas H. Jarot Winarno.<br /><br />“Saat ini seluruh desa sudah mendapatkan alokasi dana desa yang luar biasa besar, namun kami mulai mendapatkan laporan belum baik. untuk itu, kita akan terus dampingi dan bimbing pemerintahan desa supaya mampu mengelola ADD dengan baik dan mampu mencapai sasaran yang ingin dicapai” terang H. Jarot Winarno.<br /><br />Bupati Sintang menambahkan bahwa Sintang saat ini sudah mencapai puncak demokrasi yang ditandai dengan meningkatnya peran masyarakat dalam membangun. <br /><br />“saya senang ada banyak masyarakat yang tergabung dalam beberapa lembaga ikut membantu membangun masyarakat. Saya juga merasakan kerukunan dan kedamaian menjadi modal untuk membangun. kami baru satu tahun memimpin, tetapi sudah banyak kemajuan dan perbaikan, kami terus minta dukungan dari masyarakat karena tantangan ke depan sangat berat namun harapan juga besar. Saya minta seluruh SKPD untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. kami juga akan umumkan paket proyek pembangunan kepada masyarakat melalui media massa supaya masyarakat ikut membantu melaksanakan pembangunan dan ikut mengawasinya” teran H. Jarot Winarno.<br /><br />Wakil Ketua DPRD Sintang Tery Ibrahim menanggapi keinginan Desa Samak Kecamatan Dedai untuk pindah ke kecamatan Kelam Permai. <br /><br />“bisa namun sulit dan rumit. Tetapi silakan diajukan, namun jangan berharap bisa dilakukan dengan cepat. Kelurahan ingin menjadi desa tidak bisa dilakukan, tetapi desa mau menjadi kelurahan bisa dilakukan” terang Tery Ibrahim.<br /><br />Murjani Kadis Pekerjaan Umum menyampaikan dengan dana yang terbatas, Dinas PU melakukan langkah strategis seperti memekarkan UPJJ dari tiga menjadi empat wilayah supaya penanganan kerusakan jalan lebih fokus. “kami juga terus berjuang supaya status jalan Sintang menuju Desa Jasa menjadi jalan strategis nasional. jalan kabupaten menuju kecamatan juga kami proritaskan supaya ada konektivitas dengan kecamatan. sementara jalan desa bisa ditingkatkan melalui ADD” terang Murjani.<br /><br />Agustinus Hata Kadis Perhubungan menyampaikan secara fisik Bandara Tebelian sudah siap, kendalanya hanya masalah teknis yaknis sertifikasi kelayakan yang sedang diurus pemerintah pusat sebagai syarat sebuah bandara bisa digunakan.  <br /><br />“Saat ini panjang landasan Bandara Tebelian adaah 1.650 meter dengan lebar 30 meter. Jalan masuk satu jalur sudah diselesaikan” terang Agustinus Hata. <br /><br />Harisinto Linoh Kadis Kesehatan menegaskan dan mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk jangan takut berobat karena tidak memiliki BPJS. <br /><br />“utamakan berperilaku hidup bersih dan sehat, tetapi kalau sakit silakan datang ke puskesmas, puskesmas pembantu dan polindes, tenaga kesehatan disana siap melayani. Saya menghimbau, jangan sakit ringan tetapi harus ke rumah sakit, cukup datang ke puskesmas atau pustu. Dan jangan sudah sakit parah baru berobat. Saya ingin pelayanan kesehatan harus mudah didapatkan” terang Harisinto Linoh.<br /><br />Sudirman Kadisperindagkop dan UKM menjelaskan sudah menyusun perencanaan penempatan pasar raya Sintang. “soal penempatan pedagang juga sudah tidak ada masalah” terang Sudirman.<br /><br />Aida Fitriani Akademisi Universitas Kapuas menyarankan agar Pemkab Sintang menyiasati keterbatasan dana dengan menyusun dan melaksanakan program prioritas sesuai target yang sudah disusun. <br /><br />“masyarakat juga harus diajak terlibat berdiskusi menentukan arah pembangunan dan Pemkab Sintang memanajemennya dengan baik, sehingga antara masyarakat dengan Pemkab Sintang bisa kompak dan saling mendukung” terang Aida Fitriani. (SS)</p>