Bupati Murung Raya Minta HET BBM Ditertibkan

oleh

Bupati Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Willy M Yoseph, meminta pihak terkait segera melakukan penertiban harga bahan bakar minyak, terutama premium pada tingkat eceran yang kini naik tajam di atas harga eceran tertinggi. <p style="text-align: justify;">"Mahalnya harga BBM ini sudah berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat," kata Willy M Yoseph di Puruk Cahu, Jumat.<br /><br />Menurut Willy, penertiban harga BBM yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET) untuk Puruk Cahu yang ditetapkan sebesar Rp6.000 per liter ini diharapkan berjalan lancar dan tertib.<br /><br />Selain itu, kata dia, Pemkab juga melakukan pengawasan terhadap penjualan BBM di agen premium, minyak tanah dan solar (APMS) yang dinilai cenderung melayani pedagang eceran dibanding masyarakat pengguna kendaraan bermotor.<br /><br />"Kami minta para pedagang BBM eceran harus menaati aturan," katanya.<br /><br />Harga BBM jenis premium di tingkat pengecer di Puruk Cahu kabupaten paling pedalaman Sungai Barito ini dalam beberapa hari terakhir naik hingga Rp11.000 sampai Rp12.000 per liter.<br /><br />"Padahal harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah setempat hanya Rp6.000 per liter," kata seorang warga Puruk Cahu, Fauzi.<br /><br />Menurut Fauzi, selain harga tinggi, persediaan premium di sejumlah di kabupaten paling utara Kalteng ini terbatas dan sering terjadi anteran panjang.<br /><br />Kenaikan bensin, kata dia, tidak saja di Puruk Cahu bahkan sejumlah desa di pedalaman kabupaten paling utara Kalteng ini berkisar Rp15.000/liter.<br /><br />Pemerintah daerah harus segera melakukan penertiban dan mencari solusi terbaik sehingga harga premium kembali normal.<br /><br />"Kami minta pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan lonjakan harga BBM ini, karena sudah dikeluhkan masyarakat," katanya.<br /><br />Sementara itu, salah seorang pedagang bensin eceran di Puruk Cahu, mengatakan tingginya harga bensin ini karena pasokan BBM di daerah ini terbatas, serta sejumlah APMS tutup meski buka namun harus ikut antri berjam-jam.<br /><br />"Untuk mendapat bensin kami harus antri selain itu diperoleh dari pedagang (pelangsir) di kabupaten terdekat dengan harga tinggi," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>