Bupati: Pemkab Sintang Bertekat Pertahankan Predikat WTP

oleh

Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M.Si bertekad mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperolah Pemkab Sintang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), 2013 silam. <p style="text-align: justify;">Disiplin pegawai bakal lebih ditingkatkan untuk mengikat predikat tersebut di tahun berikutnya.<br /><br />"Predikat WTP akan terus kita pertahankan. Bagi kita predikat tersebut merupakan prestasi," terang bupati, beberapa hari yang lalu. <br /><br />selain itu bupati juga mengungkapkan, predikat WTP diperoleh tidak dengan mudah, melainkan melalui kerja keras serta semangat untuk lebih baik. <br />Hal itu harus dilakukan semua lini, baik unsur pimpinan, bawahan, tak terkecuali  masyarakat. bupati memandang peran masyarakat sangat penting dalam kelangsungan pembangunan. <br /><br />"Tidak akan berhasil pembangunan tanpa ada kontribusi atau peran serta dari masyarakat," ucapnya.<br /><br />Karena itu menurut bupati Sintang yang juga Koordinator Pembentukan Provinsi Kapuas Raya ini, dirinya tidak pernah bosan mengingatkan lima kunci sukses (5 AS) kepada bawahannya serta masyarakat luas. <br />Kelima kunci sukses atau 5 AS yang dimaksud ialah Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas dan hindari minuman keras, termasuk judi, Narkoba maupun pergaulan bebas.<br /><br />"Lima kunci sukses ini selalu saya sampaikan diberbagai kesempatan. Saya tidak akan bosan menyampaikannya, karena ini merupakan kunci keberhasilan," kata bupati dua periode ini. <br /><br />lebih lanjut menurutnya, dalam mempertahankan predikat WTP kedepan, selain berpegang kepada lima kunci sukses, bupati bakal memperkuat kedisiplinan para pegawainya. Bukan hanya sekedar disiplin, tapi harus tepat. Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan evaluasi.<br /><br />"Empat aspek ini harus benar-benar tepat. Keberhasilan pembangunan ada dalam empat kerangka ini," tegasnya.<br /><br />Agar semua berjalan baik, bupati berjanji akan turun langsung mengawasi. Pengawasan dilakukan setiap tiga bulan sekali. <br /><br />"Setiap tiga bulan pasti saya cros cek. Bukan berarti saya tidak percaya kepada bawahan, tapi inilah tanggungjawab seorang pemimpin," katanya. <br /><br />Selain itu, tambahnya, ia akan mengoptimalkan fungsi Inspektorat. Selaku instansi yang melekat di dalamnya fungsi pengawasan, bupati yakin Inspektorat mampu membantu jalannya pembangunan, terutama dalam hal pengawasan. <br /><br />"Ketika ada bentuk penyimpangan, Inspektorat dapat segera menyelesaikannya, sehingga tidak menjadi temuan. Bila semua sudah sesuai dengan prosedurnya, saya yakin predikat WTP kembali kita peroleh," pungkasnya. <strong>(das/din)</strong></p>