Program Keluarga Harapan (PKH) dapat dijadikan sarana pembelajaran dan pembentukan karakter bagi peserta penerima bantuan program tersebut di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">Menurut Bupati setempat, Sefek Efendie di Paringin, ibu kota Balangan, Senin, sarana pembelajaran dan pembentukan karakter dimaksud dalam arti menumbuhkan kesadaran dalam diri para peserta penerima bantuan.<br /><br />"Artinya, PKH sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, inisiatif hingga kebiasaan warga untuk berjiwa dan bersikap mandiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.<br /><br />PKH adalah program yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang telah ditetapkan sebagai peserta PKH.<br /><br />Agar memperoleh bantuan, katanya, peserta PKH diwajibkan memenuhi persyaratan dan komitmen yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.<br /><br />Peserta PKH yang telah ditetapkan memiliki hak yaitu mendapatkan bantuan berupa uang tunai tetapi juga harus melaksanakan tanggung jawab, katanya.<br /><br />Ia menambahkan, peserta PKH diwajibkan melaksanakan tanggung jawab memeriksakan anggota keluarganya ke fasilitas kesehatan dan menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran sesuai ketentuan.<br /><br />"Tanggung jawab tersebut bukanlah hal yang memberatkan, tetapi justru sangat bagus sebagai sarana untuk mendidik agar mampu mandiri, merangsang untuk bekerja keras dan menjaga komitmen," katanya.<br /><br />Melalui pelaksanaan tanggung jawab tersebut, peserta PKH akan belajar untuk membentuk karakter mereka menjadi mandiri.<br /><br />Pemerintah daerah setempat sendiri telah meluncurkan PKH 2014 pada 4 Februari yang pesertanya ditetapkan dari hasil pendataan 2011 lalu. <strong>(das/ant)</strong></p>


















