Bupati: Program KB Harus Kembali Digalakkan

oleh
oleh

Bupati Kotabaru Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, Kamis menyatakan, program Keluarga Berencana harus kembali digalakkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di "Bumi Saijaan" Kotabaru. <p style="text-align: justify;">Menurut Bupati, meski pertumbuhan ekonomi Kotabaru saat ini di atas rata-rata nasional yakni, sekitar 6,8 persen, masih kurang efektif apabila pertumbuhan itu percepatannya sama dengan pertumbuhan penduduk.<br /><br />"Pengaruhnya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang efektif," kata dia.<br /><br />Berbeda apabila laju pertumbuhan ekonomi masih jauh di atas pertumbuhan penduduk, imbuhnya.<br /><br />Agar laju pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan, maka program keluarga berencana (KB) harus kembali digalakkan.<br /><br />Ia meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kotabaru yang menangani program KB harus lebih kreatif dalam menyelenggarakan program KB ke pedesaan hingga ke pelosok.<br /><br />Program KB harus didukung oleh semua SKPD di Kotabaru dan mendapat dukungan dari masyarakat.<br /><br />"Tujuannya adalah agar keinginan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah segera terwujud," kata bupati.<br /><br />Seiring dengan keinginan bupati tersebut, tim penggerak PKK dan Ikatan Bidan Indonesia Kotabaru bekerja sama dengan tim penggerak PKK dan Ikatan Bidan provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemasangan alat kontrasepsi gratis.<br /><br />Sedikitnya, 40 akseptor KB baru mendapat pelayanan pemasangan implan gratis.<br /><br />Selain itu, sekitar 32 orang ibu hamil juga mendapatkan pelatihan senam ibu hamil, dan paket makanan tambahan ibu hamil serta perlengkapan bayi.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotabaru, H Faizin ME, laju pertumbuhan penduduk Kotabaru periode 2000-2010 mencapai 2,50 persen, masih lebih kecil dibandingkan dengan periode 1990-2000 sebesar 3,10 persen.<br /><br />Dijelaskan, jumlah penduduk Kotabaru berdasarkan hasil sensus penduduk 2010 mencapai 290.651 jiwa.<br /><br />Secara umum pertumbuhan penduduk di Kotabaru disebabkan oleh faktor alami dari komponen kelahiran dan migrasi, terutama pada daerah-daerah perkebunan kelapa sawit.<br /><br />Menurut Kepala BPS laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Pamukan Barat yang mencapai 5,64 persen, disusul Kecamatan Kelumpang Hilir 5,33 persen, dan Hampang 4,38 persen.<br /><br />Tingginya laju pertumbuhan penduduk di tiga kecamatan tersebut disinyalir karena adanya penduduk migrasi masuk sebagai pekerja perkebunan kelapa sawit.<br /><br />Sedangkan laju pertumbuhan penduduk rendah terjadi di Kecamatan Kelumpang Selatan yakni sebesar 1,12 persen, bahkan Kelumpang Utara mengalami pertumbuhan negatif yakni, -1,11 persen.<br /><br />Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Barat yang secara nominal penduduknya lebih banyak, akan tetapi laju pertumbuhan penduduknya hanya pada angka 2,35 persen dan 1,47 persen.<br /><br />Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk Kalimantan Selatan sebesar 1,98 lebih kecil dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk Kotabaru.<br /><br />Dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, laju pertumbuhan penduduk Kota Banjarbaru tertinggi dibandingkan daerah lain, yakni sebesar 4,87 persen.<br /><br />Sedangkan laju pertumbuhan penduduk terendah terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, yakni, sebesar 0,61 persen.<br /><br />Tokoh masyarakat Kotabaru Fatizanolo Saiago, beberapa waktu lalu mengatakan, data hasil sensus penduduk merupakan data yang sedang ditunggu-tunggu.<br /><br />"Karena data penduduk merupakan data dasar dan strategis dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintah daerah," kata Fatizanolo di akhir jabatannya menjadi Wakil Bupati Kotabaru periode 2005-2010. <strong>(phs/Ant)</strong></p>