Bupati Resmikan Klenteng Termegah di Sekadau

oleh

Kelenteng Fuk Tet Chi di Kecamatan Belitang Hilir diresmikan Senin (30/3/2015). Bupati Sekadau, Simon Petrus bersama ibu datang lansung meresmikan Kelenteng megah yang dibangun dengan nilai Rp. 1,8 Miliyar. <p style="text-align: justify;">Hadir bersama Bupati Sekadau, Ketua DPRD Albertus Pinus, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus beserta istri, Kapolres Sekadau AKBP. Muslikhun, Pabung Kodim 1204 Sanggau-Sekadau Mayor Azis CAJ, Kejaksaan Negeri Sekadau, Sukardi, pimpinan SKPD di Pemkab Sekadau, Ketua Makin Kalbar, masyarakat dan seluruh tamu undangan. <br /><br />Bupati Sekadau Simon Petrus saat meresmikan klenteng mengatakan keharmonisan kebudayaan antar etnis yang ada di Belitang Hilir yang menunjukan adanya kekompakan masyarakat, dan pemuka agama di Belitang Hilir. <br /><br />“Semua hal dalam pembangunan kelenteng ini baik, dan tidak ada yang disalahkan, ini merupakan hal yang positif,” ungkap Simon.<br /><br />Diharapkan Bupati, kelenteng Fuk Tet Chi ini tidak semata-mata sebagai tempat peribadatan. Namun diminta kepada masyarakat Tionghoa Belitang Hilir agar menjaga dan merawat kelenteng yang sudah di bangun dengan mengunakan anggaran yang besar dan donatur dari berbagai pihak. <br /><br />“Kelenteng Fuk Tet Chi adalah simbol keberagaman masyarakat di Belitang Hilir. Untuk itu, diharapkan keharmonisan antar umat beragama ini tetap dijaga,” ungkap Bupati.<br /><br />Ketua Panitia peresmian, Then Sau Chi, menyatakan keberhasilan masyarakat Tionghoa membangun Kelenteng tidak lepas dari dukungan Pemkab Sekadau dan donatur. “Sehingga tempat ibadah bagi umat khonghucu sui ayak dapat dibangun, terima kasih kepada Pemkab dan seluruh Donatur yang membantu membangun klenteng ini,” ujarnya.<br /><br />Ketua Pembangunan klenteng Fuk Tet Chi, Djong Khet Djin, mengatakan Pemkab Sekadau telah membantu memberikan pendanaan, sehingga bangunan klenteng berhasil dibangun.<br /><br />Adapun dana hibah Pemda Sekadau sebesar Rp. 400 juta. “Dana hibah ini sebagai bukti bahwa Bupati sangat memperhatikan masyarakat Sekadau, terutama dalam kehidupan sosial masyarakat dan beragama tanpa memandang suku, ras agama,” puji Djong Khet Djin.<br /><br />Camat Belitang Hilir, Paulus Misi, mengatakan Kelenteng baru merupakan dambaan masyarakat Tionghoa Belitang Hilir. Kelenteng bagi umat khong hucu, dikatakan Misi, menjadi tonggak sejarah dan pedoman dalam kehidupan umat.<br /><br />“Belitang Hilir sudah ada FKUB dan FKDM, Muspika Belitang Hilir berusaha membangun masyarakat yang baik berbangsa dan negara termasuk kehidupan beragama di masyarakat," terang Misi. (Mto).<br /><br /><br />Umat Tionghoa melaksanakan ritual Ceng Beng dengan mengunjungi makam leluhur dan kerabat yang sudah meninggal. Upacara ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sudah ada sejak jaman dinasti Qin. (Mto/Kn)</p>