Bupati Sekadau Simon Petrus menawarkan, konsep pembangunan wilayah perbatasan antara Indonesia (Kalbar)-Malaysia melalui pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat di Kalbar yang tinggal di wilayah perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Caranya dengan bekerjasama dengan pihak swasta atau badan usaha milik negara (BUMN) membangun perkebunan kelapa sawit di perbatasan dengan rentang wilayah sekitar tiga kilometer di sepanjang jalur perbatasan antara Kalbar dan Malaysia," kata Simon Petrus saat di hubungi Antara di Sekadau, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan, adanya konsep kerja sama tersebut, perekonomian masyarakat yang bermukim di sepanjang perbatasan Kalbar akan meningkat "Nilai tambah dari konsep pembangunan perbatasan itu, maka akan membuka daerah-daerah yang selama ini tertinggal atau belum berhubung dengan daerah lainnya, yakni melalui pembangunan infrastruktur jalan," ungkapnya.<br /><br />Pemerintah, menurut dia, ingin menawarkan konsep pendekatan kesejahteraan untuk membangun sepanjang perbatasan Kalbar- Malaysia melalui kebijakan lintas kementerian, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perumahan, dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal untuk membangun fasilitas infrastruktur dasar di sepanjang jalur perbatasan.<br /><br />"Pendekatan pembangunan seperti itu akan mampu meminimalkan pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan oleh penduduk perbatasan yang karena faktor ekonomi," katanya.<br /><br />Simon menambahkan, daerah perbatasan merupakan kawasan strategis karena letaknya yang langsung berhadapan dengan wilayah negara tetangga, tetapi potensi yang sangat besar itu belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga wilayah perbatasan tergolong dalam kawasan tertinggal, terisolir, dan belum berkembang.<br /><br />Kebijakan pembangunan kawasan perbatasan merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari kebijakan pembangunan nasional maupun kebijakan pembangunan Propinsi Kalbar secara khusus, katanya.<br /><br />Ia berharap, kepada pihak perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura Pontianak untuk dapat memberikan pengkajian ilmiah, mengadakan penelitian ilmiah bagaimana cara mengatasi masalah di wilayah perbatasan, konsep pembangunan apa yang baik untuk membangun masyarakat di wilayah perbatasan.<br /><br />Menurut dia, sebagai lembaga pendidikan tinggi kebanggaan masyarakat Kalbar, Untan seharusnya memiliki dokumen pengkajian ilmiah yang bisa ditawarkan untuk membangun wilayah perbatasan. <strong>(das/ant)</strong></p>


















