Bupati Seruyan Kecewa Serapan APBD Belum 50 Persen

oleh

Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Sudarsono mengaku kecewa dengan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang hingga kini belum mencapai 50 persen. <p style="text-align: justify;"><br />"Di tingkat provinsi, kita ini dipermalukan, pada triwulan II semua kabupaten penyerapannya sudah di atas 50 persen, tapi kita belum," katanya saat Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan di Kuala Pembuang, Kamis.<br /><br />Orang nomor satu di "Bumi Gawi Hatantiring" ini menambahkan, yang lebih memalukan lagi, meskipun sudah mendekati akhir tahun namun penyerapan anggaran belum mencapai 50 persen.<br /><br />"Yang lebih lucu lagi, sudah triwulan III, penyerapan kita belum bisa mencapai 50 persen, inikan aneh. Artinya kalau anggaran kita mendekati Rp900 miliar berarti sejauh ini kita hanya menggunakan anggaran tidak sampai Rp500 miliar," katanya.<br /><br />Persoalan rendahnya serapan anggaran terdapat pada dinas, badan satuan kerja sebagai pengguna langsung APBD maupun APBN, yang tidak mampu menggelola dana dengan baik.<br /><br />"Ini ada persoalan apa sebenarnya, penetapan APBD kita ini termasuk yang tercepat bersama-sama DPRD, APBD kita sudah ditetapkan Desember lalu, ini sudah 1 Oktober lelang pun tidak selesai dan masih banyak proyek-proyek yang belum dilelang," katanya.<br /><br />Jika saja proyek-proyek pembangunan dilelang sesuai jadwal maka penyerapan anggaran tidak rendah dan geliat pembangunan juga tidak akan lesu seperti sekarang sehingga berimbas pada perekonomian masyarakat.<br /><br />"Sampai hari ini saya cek, lelang saja tidak selesai kapan bekerjanya, padahal kita sudah menetapkan APBD Perubahan, apa gunanya APBD Perubahan kita tetapkan, kalau yang APBD Murni saja tidak selesai," katanya.<br /><br />Ia juga mempertanyakan komitmen SKPD yang seolah tidak mampu bekerja secara maksimal, dengan anggaran yang tidak sampai Rp1 triliun, akibatnya akan berdampak terhadap munculnya sanksi dari Kementrian Keuangan berupa pengurangan dana transfer ke daerah yang serapannya rendah.<br /><br />"Ini penting sekali, Karena dengan penyerapan anggaran yang terlambat seperti ini sudah jelas kita diancam sanksi," katanya. (das/ant)</p>