Bupati Sintang Ajak Masyarakat Beralih ke Ekonomi Kreatif

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno

SINTANG, KN — Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan rencana pembangunan Kabupaten Sintang kedepan akan berpegang teguh pada Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL), khususnya dalam mempergunakan sumber daya alam.

Menurut Jarot, sudah saatnya masyarakat Kabupaten Sintang, beralih ke ekonomi kreatif daripada ekonomi ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam.

“Kabupaten Sintang akan tetap berpegang pada rencana aksi daerah sintang lestari. Dimana menghentikan ekonomi yang bersifat ekstraktif yaki ekonomi yang mengekploitasi sumber daya alam, perkebunan-perkebunan besar di hentikan. Kita focuskan pada ekomomi kreatif, pertanian perkebunan yang kreatif, ada sengkubak, porang, teh dataran rendah, kopi, kakau, dan sebagainya,” kata Jarot.

Jarot menegaskan kedepan Pemkab Sintang akan membatasi peruntukan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Pemerintah kata Jarot memberikan toleransi untuk perusahaan sawit izin konsesi hanya 200 ribu hektare saja, meskipun izin konsesi yang sudah keluar sampai dengan 530 hektare.

“Jelas statmen saya, toleransi kita untuk perusahaan sawit yang besar, itu hanya 200 ribu hektare, sungguh pun izin konsesi sudah keluar sampai 530 hektare. 200 ribu hektare saja, sisanya untuk ekonomi yang lebih kreatif,” tegasnya.

Sintang lestari, menjadi komitmen Bupati Sintang, Jarot Winarno di masa periode keduanya memimpin Kabupaten Sintang. Komitmen terhadap pengelolaaan SDA tersebut tidak hanya dituangkan dalam Rencana Aksi Daerah (RAD-SL) tapi juga dalam kebijakan strategis lainnya, untuk mendukung dan menjaga kawasan hutan.

“Sintang lestari harus diwujudkan. Apa yang sudah disusun bersama, harus dijamin dalam RPJMD,” kata Jarot.

Energi baru dan terbarukan juga didorong Jarot kedepannya, agar tidak terpaku pada PLTU yang ada saat ini.

“Jadi, aspek kelestarian, pengutamaan energi baru terbarukan, kincir angin, PLTMH, PLTS, kita kedepankan. Daripada kita menggantungkan diri pada PLTU kita yang ada. Kemudian juga akan ada dibangun PLTBM,” ungkapnya.

Aktivis Lingkungan Kalimantan Barat, Tito Indrawan mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang, kedepan harus lebih gencar memberikan pemahaman tentang program Sintang Lestari kepada masyarakat luas, agar mimpi sintang berkelanjutan dipahami dan dimengerti masyarakat, supaya tidak hanya sekadar slogan saja.

menurut Tito, model komunikasi yang baik, harus terbangun antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan informasi yang mudah dipahami masyarakat, tentang apa itu Sintang Lestari.

“2030 harus punya dampak, dan bisa mengevaluasi. Jadi agar sintang lestari tiak hanya jadi slogan saja. Atau hanya dipahami oleh beberap bagian dari masyarkat. Ini fungsi model komunikasi dibangun dan dijaga,” sarannya.(GS)