Bupati Sintang Buka Muskomcab Pemuda Katolik

oleh

Sebagai organisasi masyarakat kepemudaan, Pemuda Katolik harus mampu menempatkan diri, dan selalu kritis terhadap jalanya pemerintahan di Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat membuka Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Sintang Tahun 2014 di Bangsal Sibeji Menyurai pada Jumat, 10 Oktober 2014. <p>“Pemuda Katolik memiliki peran yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Dan Pemuda Katolik saya kenal memiliki tujuan membangun bangsa, dan  menjunjung pluralitas. Pemuda Katolik Kabupaten Sintang sudah berperan dalam menciptakan keamanan dan bergeraknya kalangan pemuda di tengah masyarakat” jelas Bupati Sintang.</p> <p>Pemuda Katolik harus bisa menarik kalangan pemuda untuk bergabung dalam rangka pengkaderan, mengembangkan dan membangun diri. Organisasi kepemudaan harus tetap menjaga Pancasila,  UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.</p> <p>Pemuda katolik juga harus berperan dalam gerakan menyadarkan dan pemberdayaan masyarakat dalam hal yang sederhana saja seperti mengajak masyarakat untuk melihat peluang usaha seperti budidaya jengkol, sukun, dan keladi. Karena ketiga jenis makanan tersebut, di Jakarta sudah menjadi makanan kelas atas dan memiliki nilai ekonomi tinggi karena yang memerlukan banyak tetapi belum tersedia dengan baik. </p> <p>Ketua Panitia Marsianus menyampaikan bahwa Muskomcab  yang diikuti 18 komisariat anak cabang yang akan memilih ketua baru, mengevaluasi dan menyusun program kerja organisasi Pemuda Katolik. “Muskomcab ini merupakan amanat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Pemuda Katolik. Kita akan isi muskomcab ini dengan menggelar rapat dan seminar serta puncaknya akan ada pemilihan ketua yang baru. Semua komisariat anak cabang bisa hadir dengan anggota sekitar 200 orang” jelas Marsianus.</p> <p>Martinus Pahan Apri Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Sintang Periode 2010-2014 menyampaikan bahwa Muskomcab ini dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Tema muskomcab ini adalah rekonsiliasi dan gerakan pemuda katolik dalam mengantisipasi arus globalisasi neoliberalisme.</p> <p>“Kepengurusan 2010-2014 tentu banyak keberhasilan dan juga kegagalan. Hal tersebut untuk terus diperbaiki dan dipertahankan. Muskomcab ini  diikuti 21 unsur Pemuda Katolik. Terkait dengan pemekaran Propinsi Kapuas Raya, Pemuda Katolik selalu menyiapkan diri dalam banyak hal guna menyambut datangnya Propinsi Kapuas Raya” terang Martinus Pahan Apri.</p> <p>Pastor Leonardus Miau, Pr selaku pastor moderaor Pemuda Katolik Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa muskomcab ini penting untuk merancang kegiatan membangun organisasi, gereja, Kabupaten Sintang dan negara kita. "Kegiatan ini juga untuk melakukan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Salah satu program yang baik adalah pengobatan gratis yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemkab Sintang juga sudah membantu pemuda katolik. Rekonsiliasi ada dua yakni dengan diri sendiri dan dengan pihak lain, orang lain, alam dan lingkungan” terang Pastor Leonardus Miau, Pr.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>