Tahun 2015 menjadi akhir dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sintang 2011-2015, untuk itu semua peserta harus serius menyusun rencana pembangunan yang baik dan aplikatif sehingga mampu kita laksanakan. <p>Permintaan tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sintang Tahun 2014 di Gedung Pancasila pada Selasa, 18 Maret 2014.</p> <p>Musrenbang Tahun 2014 dilaksanakan untuk menyusun rencana kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang Tahun 2015. Musrenbang Tahun 2014 difokuskan pada peningkatan usaha produktif yang berwawasan lingkungan melalui optimalisasi pembangunan infrastruktur dasar.</p> <p>Pemerintah Kabupaten Sintang pada tahun 2012 dalam hal pertumbuhan ekonomi target 5,67% mampu kita capai menjadi 5,82%, PDRB Perkapita kita targetkan 9,7 juta yang tercapai 13, 1 juta, tingkat inflasi kita targetkan sekitar 7, 47% mampu kita tekan hingga 6, 49%, angka kemiskinan juga sudah turun dari 10, 07% tinggal 8, 56%, angka IPM target kita 68, 80 mampu kita raih 69,14.</p> <p>“Saya mengakui masih ada beberapa target yang belum berhasil dicapai karena keterbatasan anggaran. Namun pada lima tahun terakhir semakin baik yang ditunjukan dengan IPM yang semakin baik, IPM Kabupaten Sintang menempati posisi ke 7 dari 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar” jelas Bupati Sintang.</p> <p>Bupati Sintang juga masih melihat masih rendahnya produktifitas pertanian dan perkebunan rakyat yang berwawasan lingkungan, rendahnya kualitas infrastruktur jalan dan jembatan juga mempengaruhi mobilitas manusia dan barang. Luasnya wilayah, keterbatasan anggaran dan cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhirnya membuat kita belum mampu meningkatkan pembangunan infrastruktur dengan optimal. Pertumbuhan angkatan kerja juga belum seimbang, dan sebaran tenaga pendidik dan kesehatan yang belum merata.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p>Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Lensus Kandri selaku asisten administrasi perekonomian dan kesejahteraan rakyat sekretariat daerah propinsi Kalimantan barat mengharapkan ada konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban program. Karena jika tidak dilaksanakan maka akan menyebabkan implikasi hukum dimasa yang akan datang. Di kalbar terlah terjadi ketimpangan pendapatan antar kabupaten, pesisir dan pedalaman.</p> <p>Keberhasilan pembangunan di kabupaten menjadi penentu pembangunan di propinsi.</p> <p>Pencapaian IPM Kabupaten Sintang masih dibawah IPM Propinsi Kalbar, sehingga pembangunan infrastruktur yang menujang IPM harus tetap menjadi prioritas.</p> <p>Pembangunan harus mampu memberikan manfaat lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan.</p> <p>Produk dari sintang masih dalam bahan mentah, sehingga tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Kami mendorong industri hilir di kabupaten sintang pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Hasil musrenbang ini, akan dibawa dan disinkronkan pada musrenbang tingkat propinsi kalbar april mendatang.</p> <p> </p> <p>Ketua Panitia Musrenbang yang juga Sekretaris Bappeda Kabupaten Sintang Ir. Wawan Aliunan menjelaskan maksud dilaksanakannya musrenbang adalah untuk mensinkronkan aspirasi dan kebutuhan pembangunan, terwujudnya perencanaan pembangunan yang partisipatif. Harapan kami musrenbang ini mampu menghasilkan ketetapan arah kebijakan, pagu anggaran dan penyusunan rencana kerja (SS)</p>


















