Bupati Sintang Buka O2SN & FLS2N Tingkat SD

oleh

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD/MI se-Kabupaten Sintang langsung di buka oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, yang ditandai dengan pemukulan gong di Gedung Pancasila, Selasa (5/4/2016). <p style="text-align: justify;">Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Forkopimda, beserta Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang.<br /><br />Dalam setiap kompetisi maupun pertandingan, hal yang perlu diperhatikan adalah sportivitas, artinya bertanding sesuai dengan aturan yang ada baik itu atlitnya maupun wasit yang mempimpin pertandingan atau perlombaan hal tersebut di ungkapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno pada sambutannya.<br /><br />Lanjut Jarot, olahraga dan kesenian merupakan salah satu langkah positif yang akan dijalani para anak-anak tingkat SD/MI ini, karena didalam bidang keolahragaan dan kesenian dapat memberikan penghalusan budi pekerti kita, dengan dikondisikan badan yang sehat, anak yang cerdas, religius maka akan mengasah otak anak, sehingga akan menjadi pintar secara intelektual, emosional, dan spritiual, inilah yang diharapkan pemerintah daerah kepada anak-anak agar menjadi generasi muda yang berkompeten untuk bisa membangun Kabupaten Sintang dimasa depan.<br /><br />“Sehingga tujuan dari pada kegiatan ini, selain untuk berlomba untuk mencapai suatu kemenangan akan tetapi juga untuk menciptakan anak-anak Sintang yang paham pentingnya peranan di bidang keolahragaan dan kesenian, sehingga mereka mengetahui bahwa kegiatan O2SN dan FLS2N ini menjadikan wawasan lebih kepada anak-anak kita,  jadi pesan saya kepada para anak-anak yang mengikuti lomba atau pertandingan, untuk dapat ikuti setiap lomba yang ada dengan sebaik-baiknya, manfaatkan kompetisi ini, selalu menjunjung tinggi sportivitas, siaplah untuk menang dan siap untuk kalah, kata Jarot.<br /><br />Bupati berharap kepada para dewan juri dan wasit, untuk bertindak secara fair, adil dalam setiap pertandingan, berikan nilai secara apa adanya, jangan memberikan nilai ataupun poin yang tidak sesuai dengan faktanya, karena anak di usia yang sangat muda ini sangat bahagia apabila ia mengikuti sebuah lomba yang positif, maka dari itu wasit harus bertindak adil agar para siswa-siswinya tidak trauma terhadap suatu keputusan yang tidak adil, Harapnya.<br /><br />Kepada panitia penyelenggara bupati meminta untuk dapat mengontrol anak-anak, dalam keadaan tidur, dalam keadaan makan, serta jauhkan anak-anak dari kecelakaan yang terdampak dari banjir, karena kondisi saat ini Sintang sedang dilanda banjir besar, Ucapnya.<br /><br /><br />Sementara itu Siti Musrikah, selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan pertandingan atau perlombaan di bidang olahraga dan seni yang dilandasi  dengan nilai-nilai sportivitas, menjunjung tinggi fairplay, yang bertujuan untuk menghasilkan juara-juara olimpiade siswa nasional tingkat SD/MI yang mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga dan seni, membina dan mempersiapkan calon olahragawan dan pelaku seni melalui pembinaan dan pendidikan diusia dini, menuju prestasi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, mengembangkan sportivitas, tanggung jawab sebagai pembinaan karakter siswa, serta memotivasi anak untuk menggemari olahraga sejak dini, jelas Siti<br /><br /> <br />Sementara itu Kadisdikbud Marcues Afen, mengatakan pada kegiatan O2SN dan FLS2N ini khususnya di bidang olahraga yang di ikuti oleh peserta yaitu, atletik, senam, bulu tangkis, tenis meja, catur, karate, sedangkan di bidang kesenian yaitu, pidato bahasa Indonesia, membuat gambar bercerita, menyanyi tunggal, karya anyaman dan pantomim, dengan lama kegiatan 3 hari dimulai hari ini sampai 7 April.<br /><br />Sementara untuk lokasi pertandingan berada di pengurus cabang masing-masing dan peserta berasal dari 9 Kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang.<br /><br />"Untuk kecematan yang tidak mengutus pesertannya dikarenakan wilayahnya ada yang terkena banjir sehingga tidak daat mengikuti kegiatan ini", jelas Afen. (KN)</p>