Bupati Sintang dan Anggota DPRD Sintang Jajal Jalan Paralel Perbatasan

oleh

Merah Putih didadaku, Indonesia diperutku. Demikian ungkapan yang cocok untuk menggambarkan situasi perbatasan di Kabupaten Sintang saat ini. <p style="text-align: justify;">Rasa nasionalisme yang tinggi masyarakat perbatasan serta banyaknya pembangunan infrastrtuktur dasar yang diarahkan pemerintah untuk kawasan perbatasan, membuat masyarakat merasakan kehadiran negara yang sangat kuat serta lancarnya pasokan kebutuhan pokok ke kawasan perbatasan.<br /><br />Demikian disampaikan Bupati Sintang Jarot Winarno saat mengunjungi kawasan perbatasan pada Minggu, 14 Agustus 2016.<br /><br />Usai melepas Danrem 121 ABW dan tim berangkat menuju Temajok Sambas, Bupati Sintang yang didampingi Terry Ibrahim Wakil Ketua DPRD, Murjani Kadis PU, Joni Sianturi Kaban PKAD, Kartiyus Kaban Pengelola perbatasan, dan Simon Patanduk Kaban Penanggulangan Bencana langsung menjajal jalan paralel perbatasan dari Senaning menuju Senangan Ketungau Tengah.<br /><br />Terry Ibrahim Wakil Ketua DPRD Sintang juga mengakui bahwa masyarakat perbatasan sudah merasakan kehadiran negara di perbatasan. <br /><br />"Jalan dan jembatan dibangun, fasilitas sekolah, kesehatan, dan listrik juga. Luar biasa perhatian pemerintah kepada masyarakat dan wilayah perbatasan" terang Terry Ibrahim.<br /><br />Kartiyus Kepala Badan Pengelola Perbatasan mengakui pembangunan perbatasan sangat pesat dan banyak.<br />Pos Lintas Batas Nasional di  Sungai Kelik mulai 2017 akan dibangun. Memang tanah di sebelah Malaysia agak curam tetapi bisa diatasi.  Kita sedang berjuang merubah status jalan sintang-sungai kelik menjadi strategis nasional.<br /><br />Bupati sintang Jarot Winarno ketika berada di jalan aspal paralel perbatasan menjelaskan  dulu masyarakat perbataan tidak pernah membayangkan akan ada jalan aspal seperti ini. Inilah bukti kehadiran negara di beranda depan NKRI.<br /><br />"Mengenai satu lokal bangunan SDN 16 Sepan Peturau Desa Sebetung Paluk yang terkena jalan paralel , kita akan segera bongkar bangunan tersebut untuk kemudian luruskan jalan serta bangun yang baru.<br />Jalan paralel perbatasan di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah sampai sekarang belum tuntas karena ada jalan yang belum dikerjakan disebabkan masuk kawasan hutan lindung sepanjang 9 KM antara Desa Semareh dengan Desa Nanga Kelapan.(Hms)</p>