PGRI lahir dengan nafas dan latar belakang perjuangan kebangsaan dalam rangka mempertahankan dan menyempunakan RI, hingga menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Bupati Sintang Milton Crosby, di GOR Apang Semangai, Jumat (25/11/2011) pada sambutannya dalam rangka HUT PGRI ke 66 dan Peringatan Hari Guru Nasional ke-18 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di Kabupaten Sintang.<br /><br />“Dengan latar belakang tersebut, saya yakin dan percaya bahwa PGRI akan terus berperan aktif dalam mewujudkan guru Indonesia dalam mengembangkan karakter bangsa,” ungkapnya.<br /><br />Ditambahkannya, dalam mempersiapkan masa depan, guru tidak cukup hanya mengajarkan apa yang diketahuinya karena hal itu bisa menjadi tidak relevan lagi pada masa ketika peserta didik menjalani kehidupan mereka sendiri. <br /><br />“Guru yang baik akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri,” kata Bupati<br /><br />Lanjutnya, di sinilah pentingnya Guru sebagai sumber keteladanan dan kemampuan dalam menumbuhkan motivasi. Selain itu dikatakan juga oleh Bupati bahwa kemampuan membentuk karakter peserta didik tidak boleh terabaikan, tetapi menjadi satu kesatuan dari tugas guru. <br /><br />“Tugas dunia pendidikan adalah membentuk kepribadian yang unggul dan mulia, serta mengajarkan pengetahuan dan keterampilan,” ungkapnya.<br /><br />Kemampuan tersebut yang hanya dimiliki oleh sedikit orang yang berbakat, berhasrat, dan berkemampuan menjadi guru, imbuhnya. <strong>(*)</strong></p>


















