Bupati Sintang Hadiri Sosialisasi HIV/AIDS

oleh

Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari HIV/AIDS sedunia, tak terkecuali untuk di Kabupaten Sintang, kali ini Bupati Sintang bersama Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Sintang, H.Murjono melakukan kegiatan talkshow dan sosialisasi tentang penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sintang pada Kamis malam (1/12), di Cafe Saung Kapuas Emas Sintang. <p style="text-align: justify;">Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa penyakit HIV/AIDS ini merupakan penyakit yang mendunia, “sehingga ini menjadikan komitmen global dalam halnya menanggulangi pasien yang terkena dampak dari penyakit virus HIV ini, Kata Jarot.<br /><br />“virus HIV ini merupakan fenomena gunung es, yang dimana data fakta dari tahun 2006 hingga 2016 menyebutkan bahwa di Kabupaten Sintang ini ada sekitar 417 kasus, 417 itu adalah kasus yang diketahui, dan kemungkinan lebih besar dari angka tersebut” tambah Jarot.<br /><br />Dari sekian banyak kasus yang mendominasi  usia 24 kebawah yaitu 104 orang, sementara usia 15 tahun berjumlah 19 orang.  <br /><br />Bupati Sintang memberikan semangat kepada pasien yang terdampak penyakit HIV/AIDS, “penderita HIV/AIDS tidak perlu malu, sebab AIDS itu virusnya hanya terdapat pada cairan sperma dan cairan vagina, tidak menular melalui air liur, tidak menular jika hidup serumah dengan penderita, tidak menular melalui makanan, tidak menular jika kita menggunakan piring si penderita,  jadi masyarakat yang tidak terkena penyakit HIV/AIDS bersikaplah seperti biasa-biasa saja, mari kita hilangkan stigma masyarakat terhadap pasien yang menderita penyakit HIV/AIDS, jika kita hilangkan stigma tersebut maka tentu banyak masyarakat akan mengecek kesehatannya di VCT RSUD.A.M Djoen Sintang.”<br /><br />Selain itu Jarot juga memberikan kunci untuk melakukan pencegahan terhadap masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS ini, “pertama hilangkan stigma buruk masyarakat, kedua lakukanlah pencegahan sejak dini, ketiga libatkanlah pemberdayaan wanita, sehingga saya optimis bahwa kejadian AIDS di Kabupaten Sintang bisa ditangani dengan baik dan benar”, jelasnya.<br /><br />Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Sintang, H.Murjono mengatakan penyakit ini merupakan penyakit yang hampir datang ke seluruh kecamatan di Sintang.<br /><br />“Masyarakat perlu tahu, ini penyakit hampir mewabah  keseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, untuk ditingkat nasional saja, kasus ini sudah mencapai angka 65% , akan tetapi untuk di Kabupaten  Sintang sendiri masih dibawah 50%, tentunya hal ini KPA selalu memperhatikan, memantau, mengevaluasi bagaimana cara menanggulangi masalah  penyakit HIV AIDS ini oleh karena itu kegiatan penyampaian sosialisasi kami lakukan gencar bersama Dinas Kesehatan” Kata Murjono.<br /><br />H.Murjono mengatakan kepada Bupati Sintang bahwa Kabupaten Sintang sudah memiliki yang namanya WPA<br />“WPA (Warga Peduli Aids) yang terdiri dari kelompok masyarakat akan pedulinya terhadap penyakit AIDS dengan di turunkan ke setiap kelurahan yang ada di Kota Sintang, dan Desa Baning Kota, sehingga tugas WPA ini dibentuk untuk memberikan sosialisasi tentang HIV/AIDS dengan cara melalui khotbah dimasjid maupun digereja” tuturnya.<br /><br />dr.Eko Sugiri, mengatakan virus HIV akan merusak kekebalan tubuh kita, merusak sel darah putih, sehingga akan menurunkan kondisi badan sehingga terjadinya AIDS, penyakit tersebut bisa ditemukan pada darah, sperma, vagina dan air susu ibu dari penderita HIV/AIDS, bagaimana mekanisme terjadinya penyakit HIV AIDS, dengan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, penggunaan obat narkoba, ibu yang menderita HIV menular ke anaknya. “ kata dr.Eko<br /><br />dr. Eko menambahkan penyakit HIV ternyata selama ini memiliki stigma masyarakat yang salah, sehingga masyarakat akan  memiliki rasa takut berlebihan dengan penyakit HIV AIDS, sehingga orang yang terkena penyakit itu di kucilkan, sebenarnya HIV AIDS itu tidak mudah tertular, tidak menular lewat jabat tangan, tidak melalui batuk, tidak melalui bersin, tidak melalui tinggal serumah, tidak bertukar pakaian, tidak melalui gigitan nyamuk .<br /><br />lanjut dr.Eko Sugiri, mengatakan untuk di Kabupaten Sintang sudah bisa melakukan pemeriksaan pada poli VCT (Voluntary Conseling and Testing ) di RSUD A.M .Djoen, nantinya kami akan memberikan edukasi tentang HIV, kemudian pemeriksaan dan pengobatan yang namanya ARV (antiretroviral). <br /><br />Berdasarkan data yang kami dapatkan bahwa setiap hari ada saja pasien yang memeriksa penyakit HIV/AIDS, jumlah masyarakat yang sudah memeriksakan diri ke VCT di Sintang  dari tahun 2006-2016, sebanyak 12766 orang, dan bisa dikatakan terkena virus HIV sebanyak 198 Orang, dan yang terkena AIDS sebanyak 219, Sehingga dengan total 417, dari data tersebut baru 1% dari jumlah masyarakat yang telah memeriksa, sehingga masyarakat tidak perlu takut dengan masalah biaya, karena biaya pemeriksaan untuk sekarang tidak ada biaya, gratis, saat ini ditanggung pemda. (Dky/Hms)</p>