Bupati Sintang Lakukan PIN Sampai Kepelosok-Plosok

oleh

Pelaksanaan Imunisasi Polio di Kabupaten Sintang harus merata sampai ke daerah pedalaman, supaya masyarakat kabupaten Sintang terbebas dari ancaman penyakit Polio. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sintang Jarot Winarno saat membuka Sosialiasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Aula Hotel Sartika Puri, Jumat (4/3). <p style="text-align: justify;">“jangan pilih-pilih, lakukan Imunisasi ini  merata sampai keseluruh kecamatan, desa, dusun maupun yang terdalamnya lagi, agar masyarakat Kabupaten Sintang terbebas dari ancaman penyakit polio,”ungkap Jarot.<br /><br />Jarot mengatakan Sosialisasi PIN Polio ini sangat penting untuk memberikan pemahaman bagi kita semua untuk mencegah datangnya penyakit tersebut. Sweeping juga penting dilakukan agar PIN Polio merata ke semua cakupan,“sehingga balita-balita kita bisa hidup sehat “imbuhnya<br /><br />Dikatakan Jarot pada tahun 2020 mendatang telah dicanangkan program eradikasi dunia terbebas dari penyakit Polio.<br /><br />“untuk itu kita harus konsisten dan memastikan vaksin sampai tujuan,”tandasnya.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh menyampaikan,  tujuan PIN Polio antara lain untuk mengurangi resiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit polio serta memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio.<br /><br />“kita memberikan imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya.”tandasnya.<br /><br />Harysinto juga mengatakan setiap balita wajib mendapatkan 2 tetes imunisasi polio. Pihaknya juga menargetkan sedikitnya 43.000 balita di Kabupaten Sintang, yang akan di imunisasi polio.<br /><br />“Imunisasi kita berikan untuk balita usia dari 0 hingga 59 bulan, tidak perduli apakah balita itu sudah di polio sebelumnya atau tidak pernah, tetap di poliokan,” pungkasnya.(Humas/ mo)</p>