Bupati Sintang Sampaikan Duka Cita Terhadap Korban Kebakaran yang Meninggal Dunia

oleh
Bupati dan Wakil Bupati Sintang Besuk Korban Kebakaran di RSUD Ade M. Djoen Sintang

SINTANG, KN – Petus Sendi, korban kebakaran di Desa Nanga pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, meninggal dunia. Kakek berusia 90 tahun tersebut menghembukan nafas terakhir di RSUD Rujukan Ade M Djoen Sintang, pada Selasa, pagi sekitar pukul 5.30 wib.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban kebakaran tersebut. Menurutnya, tim medis dan dokter sudah berupaya maksimal menagani korban yang mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.

“Atas nama pemerintah kabupaten sintang, kami menyampaikan duka cita mendalam. Dokter sudah berusaha maksimal, tapi Tuhan berkuasa lain,” kata Jarot.

Sebelum meninggal dunia, pasien sempat menjlani perawatan luka bakar oleh dokter bedah. “Ternyata beliau tidak mampu bertahan,” katanya.

Pasca mendengar kabar pasien meninggal dunia, Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto langsung menuju rumah sakit untuk menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus membantu meringankan biaya dan perawatan jenazah sampai dengan pemakaman.

“Pak Wakil yang mengurus semuanya, mulai dari mobil ambulance, peti mati, kemuian bekal untuk di jalan,” ungkap Jarot.

Sejak awal, Pemkab Sintang bergerak cepat membantu penangnan korban kebakaran yang terjadi di KM 62, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk. Sejak mendapat kabar ada korban mengalami luka bakar, Jarot memerintahkan Dinks Sintang untuk mengirim ambulan dan tim menjemput korban agar dirujuk ke rumah sakit supaya mendapatkan perawatan intensif.

Tak hanya itu, Pemkab Sintang juga langung bergerak membawa bantuan berupa sembako ke lokasi kebakarn yang dibawa oleh Dinos, BPBD dan Damkar. Bantuan tersebut dalam bentuk sembako pakaian layak.
Pada senin pagi, Bupati dan Wakil Bupati Sintang juga langsung menjenguk korban di IGD. Saat itu, kondisinya stabil.

“Dengan luka bakar seperti itu dan usianya di atas 90 tahun itu tetap kita anggap kritis. Semua sudah berupaya maksimal. Namun Tuhan berkehendak lain. Kami turut berduka cita,” katanya. (GS)